Tujuh

Makin padat hari hari sehingga sulit sekadar menangkap hal-hal sepele. Padahal dalam hal-hal sepele itu, tersimpan hikmah.

Siapa sangka bahwa turunnya perintah membaca-Iqra’..ternyata bukan hanya membaca dalam arti mentransfer pengetahuan eksplisit menjadi tacit melainkan juga adalah petunjuk untuk memperhatikan hal-hal sepele yang di dalamnya ternyata berisi timbunan pelajaran.

Siapa yang pernah menyepelekan bacaan basmallah padahal hanya dengan mengucapkannya,Rasulullah pernah membuat seorang Nasrani masuk islam.

Siapa yang pernah menyepelekan buah apel yang jatuh,Padahal seorang isaac newton menemukan teori gravitasi darinya.

Siapa yang pernah menyepelekan singkong padahal seorang Firmansyah Budi jadi kaya karenanya.

Konteks “sepele” tadi memang beragam latar belakang. Ada latar belakang amal baik meskipun kecil. Ada latar belakang peristiwa kecil yang dipikirkan. Ada latar belakang benda biasa dibumbui kreativitas.

Namun semuanya berdampak besar

Seperti halnya sepele yang ini: Sepele angka tujuh..

Seperti yang pernah kusampaikan tentang the seven letters

Yang ternyata maksudnya adalah tujuh huruf.  Tujuh huruf yang menjadi topik utama di paragraf berjudul JIP 04 jilid 2.

Tujuh huruf yang sepele namun karenanya seseorang bisa saja urung menjadi sarjana.

Tujuh huruf yang akan menjadi sejarah tak terlupa..:

Skripsi

dan, ternyata “the seven letters” bukan hanya sekadar istilah yang kubuat ketika sudah bingung membuat judul folder, karena sudah banyak judul folder “skripsi” melainkan juga..tujuh yang juga menyimbolkan jumlah kami, JIP 04 jilid 2.

Yang dalam satu semester ini berjuang menguatkan tekad, membangkitkan semangat, menelan lelah, melawan malas, memaksakan cinta menulis, memeras keringat, membius kantuk, mncucurkan air mata…

Demi tujuh huruf yang lain: sarjana.

Kini, ibarat ibu hamil..kami telah melahirkan. Melahirkan karya.

Bagi ibu hamil, sudah tak penting lagi laki-laki atau perempuan karena kelegaan setelah melahirkan melebihi segalanya. Karena kehadiran sang bayi lebih menggembirakan dibanding susah, payah, keringat, tangis yang diderita.

Ibarat ibu hamil, tak penting hasil bagi kami, karena leganya “lulus” telah terasa lebih indah dibanding lelah, keringat, air mata, dan kantuk yang diderita.

Dan bukankah hasil adalah efek proses?

yang didalam proses itu pun terdapat banyak pelajaran ‘tersembunyi’ yang membuat kita belajar sebagaimana Allah menyuruh kita membaca.

Bukankah dalam hasil itu terlampir lembar-lembar “usaha” kita yang kembali harus kita baca, resapi, dan ambil pelajarannya.

Ku jadi teringat lagi pesan ini:

Allah tidak menuntut hasil kerja, tapi baiknya orientasi, baiknya persiapan. Setelah itu jika kita keliru maka akan mendapat pahala kerja yang sungguh-sungguh. Sedangkan bila kita benar, akan mendapat pahala kerja dan keberhasilan.. Ketahuilah bahwa Allah bersama kalian, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal kalian dan kemenangan adalah milik orang-orang yang bekerja (Hasan Al Banna)

Terimakasiiiih banyak untuk teman yang telah mendo’akan, menanyakan kabar, memberi SMS2 semangat, memberi tips dan trik. Kalian inspirasi kami.

Untuk: Muje, Mirza, Nanda, Deasy, Vini, Lala dan aku sendiri

Kita bertujuh yang telah memperjuangkan si tujuh, untuk tujuh yang menggembirakan..

ka-ki: Muje-Lala-Vini-Mutri-Nanda-Deasy-Mirza

ki-ka: Muje-Lala-Vini-Mutri-Nanda-Deasy-Mirza

Leave a comment

Filed under Diary

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s