CIO dari Ilmu Perpustakaan

Penasaran dengan beda S1 (sarjana), S2 (master), dan S3 (doktoral), membuat saya banyak membaca tulisan-tulisan akademisi tentang hal itu. Dikatakan bahwa sarjana itu generalis dan master itu spesialis. Ketika di pendidikan sarjana kita belajar banyak khazanah tentang suatu disiplin ilmu, maka di pendidikan master kita belajar sub bidang yang lebih spesifik dan  dituntut menguasai Best Practice dan State of The Art sebuah bidang. Sementara pendidikan doktoral didesain untuk para pengembang ilmu pengetahuan. Di sana butuh orang-orang yang berjiwa peneliti dan ingin menghasilkan metode baru.

Secara kompetensi, seorang sarjana sudah dapat memasuki sebuah profesi;  seorang master siap melakukan inovasi dalam profesinya; dan seorang doctor siap meneliti dan menghasilkan metode baru yang bermanfaat untuk berkembangnya ilmu pengetahuan. Dosen saya pernah menganalogikan ketiga kompetensi jenjang pendidikan tersebut dengan perkakas yang terbuat dari tanah liat atau dikenal dengan “tembikar” atau “keramik” .  Pendidikan sarjana memberikan wawasan mengenai apa itu tembikar, sejarahnya,  jenis-jenisnya, cara membuatnya, hingga cara pemasarannya. Pendidikan master mendidik seseorang untuk bisa menguasai salah satu jenis tembikar misalnya cangkir. Maka seorang master harus kenal cangkir dari mulai bahan pembuatnya, cara membuatnya, berbagai variasi bentuknya, dan yang terpenting adalah melakukan inovasi dalam membuat cangkir yang lebih baik, lebih indah, lebih kuat,dan inovasi lainnya. Sementara seorang doktor,  dituntut untuk melakukan penelitian di bidang “tembikar” hingga hasilnya nanti akan mampu memberikan petunjuk mengenai cara membuat tembikar yang tidak mudah pecah misalnya, atau menemukan teknologi baru yang membantu proses produksi tembikar, dan sebagainya.

Saat ini pendidikan master banyak diambil oleh lulusan S1 di Indonesia untuk berbagai tujuan. Mereka yang akan memproyeksikan dirinya menjadi dosen wajib sekali menempuh pendidikan master, bahkan doktoral. Sementara bagi yang sudah bekerja, maka pendidikan master ini biasanya ditujukan untuk menambah skill di bidang pekerjaan atau profesinya. Namun tak jarang pendidikan lanjut ini ditempuh karena “hanya”  ingin mendapat “gelar”  demi maju ke dunia politik misalnya. Hm, yang terakhir terdengar pragmatis (atau oportunis?), tapi itu realita :)

Saya sendiri, memang punya keinginan jika berkesempatan melanjutkan pendidikan, ingin mengambil konsentrasi di bidang teknologi informasi untuk perpustakaan. Namun, jenjang master untuk ilmu perpustakaan saat ini belum ada yang spesifik mengarah ke pendalaman teknologinya. Misalnya program yang dibuka di almamater saya (UI), kurikulumnya tidak terlalu kental teknologinya dan lebih banyak mempelajari manajemen perpustakaan. Satu-satunya program yang sesuai dengan ekspektasi saya saat itu adalah Magister Teknologi Informasi untuk Perpustakaan (MTP) yang (malah) dibuka di IPB.

Saya sempat melirik ke MTP IPB untuk kelanjutan perjalanan akademik saya, namun sayang tidak terbuka beasiswa di jalur itu. Ada seorang senior saya yang melanjutkan ke MTP melalui beasiswa kantornya. Namun karena tidak ada kesempatan serupa bagi saya, maka saya harus memilih cara lain. Dan (bukan) kebetulan, beberapa tahun terakhir Kementerian Kominfo membuka beasiswa bidang TI yang dikemas dalam program CIO (Chief Information Officer). Beasiswa itu dibuka karena proyeksi Kominfo untuk membentuk Government CIO yang menjadi penanggung jawab penyelenggaraan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)  di setiap instansi. Tujuan akhirnya adalah tercapainya good governance melalui support TIK.

Saya berfikir, program ini (bisa disebut) cocok untuk keinginan saya di atas. Meskipun ada resiko bahwa cakupan kurikulumnya akan kehilangan nuansa ilmu perpustakaan. Dan memang benar adanya :). Bisa saya gambarkan bahwa di semester pertama perkuliahan, saya mendapat paket 12 SKS dari 5 MK, yaitu:

– Rekayasa Proses Bisnis (2 SKS)
– Perencanaan Strategis TI (2 SKS)
– Tata Kelola TI / IT Governance (2 SKS)
– Sistem dan Manajemen TI (3 SKS)
– Matematika lanjut (3 SKS)

Wow. TI sekali bukan? Iya. Memang CIO ini program murni TI, atau biasa saya sederhanakan menjadi “manajemen TI” karena memang kehendak Kominfo seperti itu. Tidak ada hubungannya langsung dengan ilmu perpustakaan. Namun akan ada hubungannya jika saya mau menghubungkan. *Hehe maksa*

Agak “berlari” memang di semester awal ini untuk beradaptasi dengan berbagai istilah dan ilmu baru di bidang teknologi. Saya sampai harus kursus singkat bahasa pemrograman untuk “ice breaking” di dunia TI. Selain itu, Alhamdulillah, ITB memberikan kuliah matrikulasi selama 2 pekan sehingga sedikit banyak mampu membantu pemahaman beberapa hal mendasar tentang TI.

Lalu, Intinya salah jalurkah saya? Versi saya tidak. Karena bagi saya TI itu adalah “dekorasi”. Dia bisa diterapkan ditempat manapun yang perlu “di-dekor”. Malah bersyukur sekali bisa mempelajari TI dari perspektif yang lebih luas dari koridor ilmu perpustakaan. Karena itu artinya saya mendapat 2 keuntungan, yaitu kompetensi CIO dan kesempatan menggunakannya untuk men-dekor ilmu perpustakaan. Pun, perpustakaan saat ini sangat berkerabat dekat dengan pengelolaan TI di sebuah instansi. Kawan saya pernah meng-aminkan pendapat saya ini dengan mengatakan bahwa dengan belajar CIO, saya justru bisa mengerucutkan TI ke ilmu perpustakaan secara lebih leluasa. Semoga.

Mengutip simpulan Prof Hendra Gunawan Terlepas dari apapun alasan seseorang melanjutkan pendidikannya, kata kunci yang harus selalu dipegang adalah meyakinkan diri bahwa apa yang dipelajari akan “bermanfaat”. Tak ada gunanya sekolah tinggi-tinggi jika kelak tiada memberi manfaat.

Leave a comment

Filed under agak serius

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s