Seri Taujihat Ustadz Aziz #1

Taujih Subuh 170115

~Kammiyan & Nau’iyyan (Kuantitas & Kualitas dlm membaca Alquran)~

Dlm berinteraksi dg Alquran, penting memperhatikan kammiyan & Nau’iyyan. kuantitas adlh sbrp byk kita membaca Alquran dlm suatu waktu; Kualitas adlh bagaimana pemahaman kita thd ayat2 yg kita baca/hafalkan. Ttg kantitas, kita bs lihat tauladan para sahabat&shalafusshalih Misalnya:

– Ummu ayman menangis ketika Rasulullah wafat.bukan menangisi kepergiannya tp menangisi terputusnya/selesainha wahyu dr Allah. beliau merasa kurang, bahkan 30 juz msh kurang bg beliau.
– Abdullah bin Amr bin Ash ketika berdialog dg Rasulullah SAW ttg kuantitas tilawah. beliau sanggup hingga khatam per 3hr. namun Rasulullah melarang kurang dr itu.
– imam syafii mengkhatamkan 60x dlm bln ramadhan & cth lain yg di kitab Al Adzkar yg ditulis oleh Imam Nawawi.
mereka cth tauladan org2 yg tidak bosan dan tidak merasa kebanyakan baca Alquran.

Tentang kualitas, kita hrs membiasakan
– tdk mengkotak2an Alquran per juz. tp per tema
– menauladani kisah2 sahabat & org shalih dlm tadabbur quran. misalnya
*ketika Rasulullah SAW wafat, umar RA sedih dan menyangkal kenyataan namun tersadar ketika Abu Bakr RA membaca ayat “Wa maa muhammadun illa Rasuul.. dst”. Umar berkata seperti baru pertama mendengar ayat ini.
* Kisah seorg pencuri yg urung membobol pintu
karena yg punya rmh sedang sholat & mmbc QS Adz Dzariyyat yg sampai pd ayat :”Dan di langit terdapat rizkimu & apa yg djanjikan kpdmu”.

Kamiyyan&Nau’iyyan hrs sperti 2muka mata uang yg tdk bs dipisahkan.

~Ust Abdul Azis Abd Rauf, Alhafidz~
_________________
Taujih Subuh 180115

~Yu’faqu anhu man Ufiq (Yang Dipalingkan)~

Kadang keyakinan kita kpd Allah sering pudar, sebagaimana misalnya: seringnya kita membaca kalimat “Shodaqallahul ‘adzim” dan kalimah ta’awudz. Begitu seringnya hingga kehilangan makna.

Padahal, meskipun ada saat ketika kita kesulitan membuktikan kebenaran Alquran pun..kita hrs tetap Yakin Allah yang Benar. Seperti Sahabat yg meminum madu lalu perutnya mulas, kata Rasulullah SAW “shadaqallahul “adzim wa kadzaba bathnuka (perut)”. Begitu jg ketika kita mulai sangsi dg Alquran.. ucapkan “shadaqallahul adzim wa kadzaba aqli”. Yakinlah Allah Maha Benar.

Ketika membaca ta’awudz..sbrp dalam kita khusyu minta kpd Allah utk dilindungi dr syetan. dilindungi dr malas, riya, bosan dll..

Karena keyakinan & penghayatan itu penting utk menjaga ketahanan durasi kita bersama Alquran. Kekeringan makna akan kerap membawa kita pd kejenuhan yg akhirnya membawa kepada golongan yg “dipalingkan” dr Alquran (Yu’faqu anhu man ufiq -Adzzariyat:9). kondisi menyedihkan ini hrs diwaspadai. Karena “dipalingkan” bs memiliki 2 kemungkinan: Uqubah Robbaniyah (iqob dr Allah) atau Halah Basyariyah (manusiawi). keduanya tergantung lamanya waktu; jika jenuh hanya sebentar misal kelelahan, lalu setelah istirahat semangat lagi.. berarti manusiawi. Namun jk berkelanjutan hingga berhari2 malas baca quran, malas murojaah, dll dan tidak merasa rindu & kehilangan dlm wkt lama.. berhati2 jgn2 itu iqob dr Allah.

Maknailah, Yakinilah.. dan waspadai dr menjadi “yg dipalingkan”.

-Ust. Aziz Alhafizh-
__________________
Taujih Subuh 190115

~Pemikiran yg hrs dibangun~

Alquran itu hrs jadi:
1. Ibadah:
cita2 kita adalah 30 juz yg istiqomah, bukan yg pernah. Alquran hrs jd ibadah yg dinikmati.

2. Ilman
Alquran hrs jadi pembentuk  pribadi yang alim. sudahkah diri kita alim? yg siap mengalahkan nafsu diri. yg siap bangun dan menghidupkan malam karena tau keutamaan yg besar dlm qiyam.

3. As Syarh (kelapangan)
As Syarh adalah hidayah yg sdh mjd amal. ibadah bukan jd beban tp ringan melaksanakannya. As syarh adlh kefahaman & kesiapan mengAMALkan-nya.

Ketiga hal2 tsb jika kita mampu hayati dan lakukan, akan membawa kita lbh siap.  Ketika waktu2 dauroh sdh dekat maka persiapan sdh hrs dimatangkan, shg dauroh adlh tempat utk memanen mujahadah harian kita, bukan tempat utk mempersiapkan lg 😭.

-Ust Aziz Alhafidz-

_____________________________
~Menghafal jangan pakai logika..~

Ada yg bertanya:
“ustadz kenapa hafalan saya gak nempel2?”

kata ustadz:
“kalau menghafal jangan mikirin “nempelnya”. tp pikirkan : selama apa kita betah bersama Alquran?. kalau skrg betah, besok betah ngga? klo skrg istiqomah, besok  istiqomah ngga?. karena nempel atau ngga itu hak Allah..ikhtiar kita adalah istiqomah..

-Ust. Aziz, 170115, 20.30 wib-
______________________
Taujih penutupan 190115

~3 cita-cita yg ingin kita tunjukkan kepada Allah~

Kalau kita tdk bersama Alquran, akan bersama syetan.
“Dan barang siapa berpaling dr pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Alquran), kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya. (QS. Azzukhruf: 37)

Menjadi hafidz/ah bukan tujuan utama. “hafidz/ah” hanyalah sebuah kondisi ketika kita banyak membaca, maka bs membaca dg cara menghafal. Ketika kita banyak murojaah maka akan bisa mengulang hafalan dg lancar.

Ada 3 target yg ingin kita tunjukkan kpd Allah dari mujahadah kita selama  menghafal Alquran:
1. Terwujudnya janji Allah:
“Idza Jaa’a Nashrullahi wal Fath. wa roaitannasa yadkhuluuna fii diinillahi afwaaja.”
Bagaimana kita akan melihat masyarakat cinta Alquran kalau kita blm menunjukkan contoh yg baik.

2. Liyudhirohu `ala diini kullihi wakaafa billahi syahiida
Alquran adalah satu2nya yg patut utk menjadi fondasi peradaban.

3. Hatta laa taquuna fitnah wa yakuuna diinu kulluhu lillah.
Sampai tiada lg fitnah..dan agama semata2 hny untuk Allah.

-Ust aziz Alhafidz-

Leave a comment

Filed under Diary

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s