Bandung

Kata orang Hidup ini Roller coaster,  Surving...  Ada lagi yang bilang hidup ini perjalanan, perjuangan. Apapun itu, satu hal yang akhirnya saya yakini: hidup memang  predictable tapi uncertain (bisa diprediksi tapi tidak pasti).  Predictable karena dalam hidup kita bisa membuat plan A-Z. Tapi uncertain karena dari sekian banyak “plan”, nyatanya hanya  satu hal yang sangat menentukan tercapai atau tidaknya “plan” tersebut  yaitu “Kehendak Allah”. Seperti yang beberapa tahun ini saya rasakan. Plan A,B,C ketiganya muter muter bagaikan roller coaster.  Meliuk liuk berselancar mengikuti gelombang ikhtiar seorang hamba dan kehendak Rabb-Nya.

Salah satu plan yang saya buat adalah melanjutkan pendidikan ke jenjang S2. Plan ini memang belum pernah dicoba sejak lulus S1 tahun 2009 yang lalu karena berbagai pertimbangan. Beberapa kesempatan sekolah saya anggap angin lalu. Baru tengah tahun 2012 mulai mencoba mencari beasiswa lagi. Saat itu saya bidik beasiswa pemerintah Turki dan Beasiswa Luar Negeri Kominfo. Barulah saat itu saya serius mulai ke tes TOEFL ITP dan TPA. Rencana mulai dipasang: akhir 2012 ikut TOEFL prediction. Kemudian ambil TOEFL ITP dan tes TPA di BAPPENAS, sehingga awal januari bisa apply dua beasiswa tersebut. Namun apa yang terjadi?

—————-

16 Januari 2013 tertulis di catatan:

Sudah diputuskan tidak sekarang S2-nya. Tidak tahun ini.  Tapi Ahad depan aku tetap ikut tes TPA karena sudah terlanjur bayar. Tes TOEFL nya tidak jadi update, yang sudah daftar itu terpaksa hangus..aku tak bisa hadir karena mendadak ada rapat. Ketika aku coba daftar untuk jadwal tes minggu depannya, kuota sudah penuh. Ada tempat tes lain tapi sangat jauh, tidak mungkin dijangkau karena agenda sabtu pagi sudah beruntun.

Ini jalan dari Allah.

—————–

Tenggat waktu terlalu sempit sedangkan TOEFL dan TPA belum siap. Rencana tes TOEFL yang akan diambil harus gagal karena tugas kantor mendadak. Padahal itu tes terakhir yang memungkinkan sebelum sampai deadline memasukkan berkas beasiswa. Turki dan Kominfo lewat. Niat surut kembali.

Tiba tiba jadi tidak ber-energi untuk melakukan apapun. Sampai datang satu momentum lagi sekitar Mei 2013. Akhirnya saya coba lagi melamar beasiswa yang lain. Beasiswa dalam negeri Kementerian Kominfo.

————–

Tertulis di catatan:

 27 Mei 2013, jam 12 malam belum tidur, biasanya jam 10 udah mimpi, hehe.  Aku sedang mempersiapkan berkas aplikasi beasiswa S2. Rencananya akan melamar ke 2 tempat UI dan ITB, program CIO dan LTI. Keduanya modal nekat. Syaratku insyaAllah memenuhi semua, kecuali satu: pengalaman proyek dan penelitian di bidang IT. Entahlah, kok ngeri ya sama syarat satu itu.. akankah berpengaruh? Ah sudahlah berikhtiar semampuku saja, hasilnya mari serahkan kepada Allah.

 Satu hal yang menyemangatiku untuk apply, meski dalam “chance” yang bisa dibilang tipis ini adalah, Ibuku.  Cuma ingin keberadaanku di sini maksimal dan optimal. Semoga jika ini baik bagiku, agamaku, masa depanku.. Allah mudahkan jalannya..

————-

Juli 2013: Pengumuman ITB rilis. Ada Namaku di antara ribuan baris nama itu. Alhamdulillah ITB lulus. Tapi belum final karena masih menunggu UI. Masih berharap tidak pergi terlalu jauh dari Jakarta. Rasanya saat itu tidak siap dengan Bandung..dimana semuanya harus dimulai dari nol lagi.

Tapi, apa yang terjadi?

IMG-20130719-WA0000

 

 

 

 

 

 

Allah yang menuntunku ke Bandung, untuk rencanaNya yang selalu lebih baik dari mimpiku. InsyaAllah  :)

1379323780717

2 Comments

Filed under Diary

2 responses to “Bandung

  1. Iftitah Abdulkadir

    :)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s