Selamat Tinggal Kartu Kredit!

Ceritanya beberapa bulan yang lalu saya mendapat telepon dari seorang pegawai Bank. Suaranya berapi-api seolah mau memberikan hadiah kejuatan buat saya. Saya yang saat itu sedang bekerja, lumayan terpecah konsentrasi juga. Sepertinya dia menanyakan tentang kartu kredit, lalu saya bilang “maaf saya sudah punya”, lalu beberapa pembicaraan berlanjut lalu dia bilang “ooh itu kan kartu debit bu..” lalu singkat cerita saya setuju dia memberikan saya fasilitas baru berupa kartu kredit.

Begitulah betapa saya telat paham tentang kartu kredit, sehingga akhirnya saya di “closing” juga oleh pegawai Bank itu. Beberapa minggu kemudian seorang kurir datang dan menyerahkan kartu kredit beserta seperangkat buku panduannya buat saya. Saya terbengong sambil menandatangani tanda terima *haha kasian :) *

Sebulan, dua bulan… kartu itu tidak saya gunakan karena mencari tahu apa sebenarnya gunanya benda ini. AKhirnya saya mudeng juga. Kartu kredit (CC) adalah alat pembayaran pengganti uang tunai. Kartu itu adalah fasilitas yang diberikan oleh Bank untuk nasabahnya dimana dengan kartu tersebut kita bisa membayar berbagai transaksi dengan menggunakan “uang pinjaman” dari Bank. Intinya kita diberikan “pinjaman” oleh bank atau dalam kata lain kita “berhutang” kepada Bank dalam setiap transaksi yang kita bayar menggunakan CC.Kemudian di akhir bulan kita harus membayar hutang kita tersebut. Jika kita membayar full (lunas) maka tidak kena bunga, namun jika kita membayar tidak lunas (misal dengan minimum payment), maka kita akan kena bunga.

Saya dapat dua point, Pertama: bahwa ketika kita punya CC maka kita sudah membuka “pintu berhutang”. Kemudian Kedua: yang lebih riskan, yaitu “bunga”. CC membuka kemungkinan kita  (kembali) berkontribusi pada sistem ribawi karena jika kita telat membayar atau membayar tidak full tagihan kita, maka kita akan dikenai bunga.Belum lagi biaya administrasi yang dikenakan per-tahunnya juga cukup besar. Berikut adalah beberapa keuntungan dan kerugian menggunakan kartu kredit.

Keuntungan:
a. Sebagai Pengganti Uang Cash
CC membantu saat dalam situasi yang mendesak dan kita tidak mempunyai uang cash, seperti saat harus berurusan di Rumah Sakit secara mendadak.

b. Membeli Barang Dengan Cara Cicil
Saat anda ingin membeli suatu produk yang harga lumayan mahal dan anda tidak menjangkaunya,kartu kredit dapat membantu dengan cara mencicil produk tersebut daripada anda harus menggunakan jasa pembiayaan atau leasing yang butuh waktu untuk mengurusnya. Setelah berhasil membeli produk tersebut, diharapkan anda tidak lupa untuk membayar cicilan setiap bulannya.

c. Transaksi On-line
Sekarang banyak dari  store – store baik offline maupun online banyak menawarkan transaksi dengan menggunakan kartu kredit, Ini memudahkan anda untuk proses transaksinya.

d. Keamanan
Jika kita kehilangan uang tunai (jangan sampai), uang itu takkan pernah kembali. Namun Jika kehilangan CC, maka CC bisa dibatalkan.

e.Kenyamanan
Kartu kredit diterima di lebih banyak tempat daripada cek, dan CC biasanya lebih cepat untuk digunakan.

Kerugian:
a. Hidup Boros
Banyak pengguna CC ternyata pengeluaran nya tidak terkontrol . Selalu berbelanja dengan menggunakan kartu kredit yang hanya gesek dan tidak memikirkan cara membayar nya. CC membuka gerbang kehidupan konsumtif.

b. Terlilit Hutang
Jika selalu menggunakan CC, sama saja berhutang kepada bank karena akan menimbulkan banyak hutang dan jika sudah berlebihan maka tidak akan dapat membayar hutang tersebut.

c. Bunga dan Biaya Administrasi Per Tahun Tinggi
Pembayaran pertahun yang cukup mahal, termasuk pembayaran tambahan untuk pengambilan uang di luar negeri, termasuk transaksi internet pada website yang berada di luar negeri. Beban administratif dan beban bunga kartu kredit yang terlalu tinggi jika melakukan pengambilan uang di ATM.

Oleh sebab alasan di atas, dengan ini saya memutuskan untuk membatalkan kartu kredit saya. Selain itu ada beberapa pertimbangan yang saya jadikan pemberat, yaitu:

1. Dalam islam dibolehkan orang lain membayar hutang seseorang (memberi jaminan) namun tidak berorientasi profit. Sedangkan dalam kartu kredit, pihak Bank membayar transaksi kita untuk tujuan mendapat keuntungan di baliknya.

2. Jika pada saat pembayaran kartu kredit, kita membayar sesuai dengan jumlah transaksi pembelian itu dibolehkan, namun jika ada tambahan imbalan jasa yang harus diberikan, itu termasuk riba. Begitu pula jika kita telat membayar tunggakan, lalu dikenakan sanksi berupa bunga, maka tergolong riba.

dan satu hadits Rasulullah SAW:
“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah)

Bahkan dalam sebuah kisah, Rasulullah SAW tidak mau menyolatkan jenazah yang masih memiliki hutang. MAsyaAllah…
Satu lagi, tweet Ustadz Felix siauw berikut cukup menambah keyakinan saya:

“Cara mudah bebas hutang: jangan berhutang”

  • ada sindrom Muslim sekarang bangga di dompetnya deretan kartu kredit | bangga hutang? | padahal Rasul doa jangan sampe “dihimpit” hutang? belum lagi kartu kredit buat nafsu konsumerisme (beli-beli dan beli) memuncak | dan akhirnya menautkan hati ke dunia
  • no mention kartu kredit dan ribanya | ini yang harusnya paling dikhawatirkan Muslim | bangga hutang dan bangga riba? ckck.. di dunia barat yang bahkan tidak kenal syariah | mereka katakan “credit card; debt trap” | kartu kredit; perangkap hutang
  • makanya Rasul berdoa dijauhkan dari himpitan hutang | perangkap hutang yang membuat kita kehilangan kebebasan dan kewarasan hutang mengikis harga diri, kebebasan pikir, dan tentu saja menyuburkan kekhawatiran | sudah sepantasnya kita menjaga jarak darinya
  • bila masih hidup lantas melalaikan hutang? | tidak berujung kecuali kepada indikasi munafik, “bila berjanji dia ingkar tunaikan” zaman dulu, papi saya ajarkan | “bila belum punya uang, jangan beli, lebih baik daripada hutang”
  • jangan bangga bisa hutang | dalam usaha, ketimbang hutang lebih bagus ajak kerjasama | hingga bukan hutang yang kita derita daripada cari pembenaran dan alasan untuk berhutang | lebih baik renungkan dan cari alasan untuk bebas hutang | ya apa iya? pahala itu ada pada usaha maksimal | alasan itu ada pada usaha minimal | tetapi hukum Allah dengan sabar, Allah gantikan dengan kekal.IMG_20130214_143203 2

Saya sudah gunting kartu kredit saya :)

2 Comments

Filed under Diary

2 responses to “Selamat Tinggal Kartu Kredit!

  1. Aku sampai sekarang ga punya kartu kredit, sampai-sampai ada temen sampai heran, hare gene ga punya kartu kredit?? Tapi aku memang ga suka kartu kredit, merangsang gaya hidup boros dan hutang. Ngomong2 soal hutang, pernah suatu kali ada sales KTA (Kredit Tanpa Agunan) nelpon, nawarin produk kredit. Ta’ dengerin si mbak-nya ngomong panjang – lebar, sampai kemudian dia tanya: “Ibu kartu kreditnya apa?” Saya jawab, “Saya ga ada kartu kredit…” Langsung si mbaknya minta maaf dan dengan nada menyesal bilang kalo saya ga bisa mengajukan kredit (siapa juga yang mau??), lalu telepon ditutup, tapi sebelum telepon ditutup sayup-sayup terdengar suara dari seberang sana: “Wah, salah orang ini…..” Hihihihihi………

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s