Resensi Buku Urban and Highway Stormwater Pollution: Concepts and Engineering*

Image

Judul Buku : Urban and Highway Stormwater Pollution:
Concepts and Engineering
Penulis : Thorkild Hvitved-Jacobsen; Jes Vollertsen;
Asbjorn Haaning Nielsen
Penerbit : CRC Press
Tahun Terbit : 2010
Tebal : xix + 347 halaman
ISBN : 978-1-4398-2685-0

Pendahuluan

Jika ingin mengetahui bobot sebuah buku ilmiah, tentu latar belakang penulis buku menjadi salah satu komponen penting. Penulis yang ahli dan berpengalaman di bidangnya adalah nilai plus sebuah buku. Pembaca yang cerdas mencari buku bukan hanya karena daya tarik covernya, melainkan juga kualitas isi bukunya, karena hal ini lebih penting untuk kehandalan sebuah referensi. Bicara mengenai hal tersebut, Buku yang berjudul Urban and Highway Stormwater Pollution: Concepts and Engineering ini akan menjadi pilihan cerdas, karena ditulis oleh tiga orang profesor yang ahli di bidang teknik lingkungan.

Thorkild Hvitved-Jacobsen; Jes Vollertsen; dan Asbjorn Haaning Nielsen, adalah professor di bidang teknik lingkungan di Universitas Aalborg-Denmark.  Thorkild Hvited Jacobsen, sang penulis utama buku ini, banyak mengkaji dan meneliti tentang proses rekayasa penanganan air limbah termasuk masalah pencemaran drainase dan aliran air hujan di permukaan jalan perkotaan. Selain penelitian, beliau juga telah menulis beberapa buku yang diterbitkan di Inggris, Amerika Serikat, dan Jepang . Tulisan-Tulisan ilmiahnya telah diterbitkan dalam 270 jurnal ilmiah internasional. Karena keahliannya di bidang lingkungan juga, beliau banyak diminta menjadi pembicara seminar  tingkat internasional. Saat ini beliau menjadi ketua kelompok kerja IWA/IAHR yang bergerak di bidang sistem pengelolaan air limbah. Dua penulis lainnya pun tak jauh berbeda, penelitian mereka banyak bergerak di bidang air di perkotaan. Mereka juga telah menulis buku dan artikel ilmiah yang telah diterbitkan di ratusan jurnal ilmiah, dan sering menjadi pembicara pada acara seminar, konferensi, dan workshop internasional.

Buku ini merupakan buku bertema teknik lingkungan yang cukup mumpuni untuk menjadi referensi bagi para praktisi dan akademisi di wilayah regional Indonesia yang kebetulan beriklim tropis. Iklim yang cenderung basah membuat wilayah perkotaan di Indonesia kerap menghadapi masalah air perkotaan, seperti banjir, sanitasi yang kumuh dan tidak teratur. Buku ini membahas detail mengenai karakter air di wilayah iklim basah, masalah yang timbul, hingga solusi dalam bentuk rekayasa teknik, dan contoh (role model) program penanganan masalah tersebut di Negara lain.

Kerangka Isi Buku

Buku ini terdiri atas 11 bab dengan peta pembahasan sebagai berikut: 2 bab pertama menjelaskan mengenai ruang lingkup stormwater pollution (pencemaran air hujan yang tidak terserap ke dalam tanah); Konsep dan definisi aliran air di permukaan jalan utama perkotaan, karakter curah hujan, dan akibatnya terhadap lingkungan.

Bagian inti yang menjadi tema utama buku ini dipaparkan pada bab 3 sampai 9. Secara berurutan, pada bab 3 sampai 6 dituliskan mengenai: Drainase perkotaan dan materi pencemar yang dibawanya; pembahasan sumber aliran permukaan, dan kandungan polusinya; pembahasan mengenai jaringan aliran pipa limbah, karakteristik, kandungan polusi, dan penanganannya; pembahasan mengenai akibat kombinasi pipa limbah dan aliran permukaan jalan. Bab 7 sampai 9 buku ini mulai membahas inti rekayasa penanganan air di perkotaan agar mampu berdampingan dengan lingkungan, masyarakat, dan infrastruktur yang ada. Pembahasan inti dimulai dengan pengelolaan drainase, kemudian manajemen air perkotaan dengan karakter cuaca basah, dan diakhiri dengan metode pengelolaan dan pencegahan polusi air hujan yang mengalir di permukaan.

Sedangkan 2 bab terakhir membahas mengenai modelling (pembentukan) pengolahan kualitas air pada wilayah bercuaca basah; dan pembahasan tentang regulasi (peraturan perundang-undangan) terkait pengelolaan air di perkotaan.

Ikhtisar Masing-masing Bab

Bab pertama buku ini adalah pintu gerbang bagi pembaca dalam memahami secara umum tentang fenomena dasar terkait pencemaran air di permukaan wilayah perkotaan. Pada bab ini banyak dijelaskan mengenai konsep dasar,misalnya: siklus perputaran air di perkotaan, karakter dan fenomena pencemaran pada sistem drainase perkotaan, serta jenis-jenis materi pencemar dan efeknya terhadap lingkungan perkotaan.

Bab kedua masih membahas konsep dan definisi namun lebih spesifik mengenai pencemaran air hujan pada permukaan jalan dan lingkungan perkotaan. Penulis banyak memberikan gambaran berupa karakteristik curah hujan dan aliran air hujan di permukaan. Pemaparan lebih mudah dipahami dengan adanya gambar dan grafik yang bersifat merangkum. Penulis juga menyebutkan tiga sumber pencemar, yaitu: pencemar dari area permukaan dan jalan-jalan perkotaan; pencemar dari pengaruh cuaca dan air limbah; serta pencemar berupa sedimentasi/pengendapan pada pipa limbah. Bab ini lebih menekankan pada kualitas air perkotaan yang baik sehingga pemahaman terhadap bab 2 akan berguna untuk pengetahuan dan inspirasi pengelolaan air perkotaan yang berkualitas di masa depan.

Bab ketiga memfokuskan pembahasan tentang instrumen penilaian (assessment) yang berkualitas terhadap drainase perkotaan. Instrumen tersebut mencakup aspek kimia, fisika, dan biologi yang dibutuhkan untuk prediksi dan penilaian terhadap drainase perkotaan. Ketiga aspek tersebut dalam bab ini adalah hal yang integral dan memainkan peran inti untuk analisa dan solusi mengenai masalah drainase perkotaan.

Bab keempat membahas mengenai aliran air hujan di permukaan (runoff) wilayah perkotaan. Pembahasan pada bagian ini mencakup sumber air, perpindahan air, dan kandungan materi pencemar yang menyertai aliran air. Sumber air dipaparkan bukan hanya berupa air hujan melainkan juga salju yang kemudian mencair di permukaan. Air permukaan dapat ditampung melalui pipa bawah tanah, dan saluran air terbuka. Dibahas juga mengenai materi pencemar dari sumber, karakterstik, dan muatannya. Bab kelima secara umum senada dengan bab empat, namun substansinya membicarakan mengenai saluran air limbah, materi pencemar, dan penanganannya.

Bab keenam menguak lebih detail mengenai akibat yang ditimbulkan atas tercampurnya aliran air hujan di permukaan dan luapan saluran limbah perkotaan. Disebutkan ada 6 akibat yang ditimbulkan dari pencemaran ini, yaitu:

  1. Perubahan fisik habitat pada lokasi yang terkena air banjir, erosi, dan sedimentasi;
  2. Perubahan kualitas air, termasuk adanya racun pada air yang disebabkan banyaknya materi pencemar yang dibawa aliran air;
  3. Berkurangnya pasokan air tanah akibat terpencarnya aliran air dan minimnya penyerapan;
  4. Resiko terancamnya kesehatan masyarakat secara langsung dan tidak langsung akibat pencemaran, bakteri, dan virus yang dibawa aliran air;
  5. Berkurangnya nilai keindahan dan berubahnya persepsi publik terhadap wilayah terkena dampak.

Bab ketujuh lebih fokus membicarakan tentang metode pengambilan data drainase perkotaan. Terdapat beberapa parameter yang perlu diperhatikan dalam pengambilan data agar data yang didapatkan lebih valid, misalnya: parameter  karakteristik tampungan drainase, parameter cuaca dan iklim, parameter sistem saluran drainase, dan parameter monitoring.

Bab delapan menganalisa mengenai manajemen kualitas air di kota bercuaca basah. Dalam bab ini disampaikan bahwa proses pengelolaan air dimulai dari penampungan, pengolahan, penyimpanan, dan distribusi. Disampaikan juga bahwa selama musim penghujan aka nada banyak interaksi antara saluran limbah dan air hujan yang akan berpengaruh pada kualitas air. Isu perubahan iklim (climate change) juga diangkat dalam bab ini dengan tujuan agar para insnyur lebih visioner dalam menggarap drainase terkait kemungkinan perubahan lingkungan yang tidak terprediksi di masa yang akan dating.

Bab sembilan mengajak pembaca sedikit fokus ke masalah metode pencegahan dan pengendalian air hujan di perkotaan. Bab ke sepuluh menyampaikan mengenai pembentukan (modelling) kualitas air pada wilayah bercuaca basah. Dalam bab ini disampaikan 5 model pembentukan, yang seluruhnya mengaitkan adaptasi yang baik antara air dan materi pencemarnya.

Bab terakhir  buku ini menyentuh sisi yang agak menyimpang dari tema namun penting, yaitu masalah regulasi atau peraturan dan kaitannya dengan pemegang kekuasaan (pemerintah). Regulasi menjadi penting karena masalah pencemaran air di perkotaan ini cukup kompleks. Kompleksitas tersebut misalnya mencakup siklus alamiah curah hujan, perbedaan jenis pencemar, pengaruhnya terhadap infrastruktur, dan perbedaan sistem pengaturan air permuakaan, dan dampaknya terhadap budaya masyarakat lokal. Tentu hal ini akan terkait pada penanganan lintas lembaga pada sebuah Negara. Oleh karena itu penulis menyajikan contoh (role model) regulasi dan program yang dijalankan di Amerika dan Eropa.

Kelebihan dan Kekurangan Buku

Nilai lebih buku ini terletak pada kedalaman pembahasan, misalnya terangkum pada 4 hal berikut:

  1. Menyediakan pemahaman dasar tentang asal muasal, alur, dan akibat dari adanya pencemaran air dalam siklus hidrologi pada permukaan tanah yang tertutup dan semi tertutup. Pemahaman dasar ini cukup membantu bagi orang awam untuk memahami permasalahan yang dibicarakan di dalam buku;
  2. Menguji pencemar dan pengaruhnya pada air sungai, danau, dan pesisir sebagaimana pengaruhnya pada tanah. Artinya pembahasan tidak hanya pada air di hulu, melainkan juga di wilayah hilir;
  3.  Membahas instrumen detail untuk menghitung aspek fisika, kimia, dan biologi dalam kaitannya untuk mengelola, mengawasi, dan mengenalikan air tercemar di lingkungan perkotaan;
  4. Menyediakan contoh (role model) penanganan air perkotaan yang dapat dijadikan studi banding.

Namun demikian, role model yang diberikan dalam buku ini dirasa kurang spesifik untuk kasus di kawasan Asia, terutama Indonesia. Contoh yang diberikan hanya dari dua wilayah yaitu Amerika dan Eropa, yang keduanya merupakan negara empat musim. Alangkah lebih baik jika buku ini mencantumkan juga role model dari Negara tropis agar lebih spesifik dan aplikatif.

Penutup

Buku ini sesuai untuk dijadikan referensi untuk:

  1. Kalangan akademisi (pengajar dan mahasiswa), maupun praktisi di bidang lingkungan terutama pengelolaan air di perkotaan. Kedalaman dalam menuliskan materi akan menjadi referensi ilmiah yang mumpuni untuk studi dan penelitian di bidang lingkungan;
  2. Kalangan praktisi di bidang pembangunan infrastruktur (jalan, jembatan, permukiman dan sebagainya), mengingat isi materi buku ini kaya akan pengetahuan ilmiah dalam mengenal karakter air di perkotaan padat penduduk. Konsep ini tentu akan sangat berguna dalam mengadaptasik karakter air perkotaan dalam pemilihan bahan bangunan, struktur bangunan, dan metode mitigasi terhadap ancaman kerusakan. Dengan adanya pemahaman yang baik tentang materi buku ini, diharapkan infrastruktur yang dibangun akan lebih berwawasan lingkungan dan bertahan lama.

*Resensi ini ditulis dalam rangka Lomba Penulisan Resensi dan Presentasi Buku Ilmiah dengan tema: “Peran Buku Ilmiah dalam Menunjang Pengembangan Jalan dan Jembatan”. Diselenggarakan oleh:Pusat Penelitian Jalan dan Jembatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum TA 2012.

Leave a comment

Filed under Resume Buku

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s