Raker NF dan Leluconnya

Bagiku, Forum Raker yang paling tidak membosankan adalah raker pengajar NF. Di NF, Raker yang sejatinya adlah RAPAT KERJA, ternyata dikemas unik dan menarik. Raker NF adalah momen saat pengajar meng-upgrade pemahaman bahasa inggris, kepercayadirian, pola pikir kritis dan mempersiapkan diri untuk mengajar satu semester ke depan.

Nah, tahun ini, meskipun tidak seutuhnya, aku bersyukur sempat datang ke raker NF. Aku kembali bertemu dengan orang-orang hebat yang jago bahasa inggris. Mereka tidak hanya pintar, tapi juga kreatif, percaya diri, komunikatif, dan -yang paling penting- humoris.

Metode raker yang digunakan adalah micro teaching. Beberapa pengajar ditunjuk untuk mempresentasikan berbagai materi dengan gayanya masing-masing. Dari micro teaching inilah, pengajar saling belajar bagaimana cara mengajar yang efektif untuk setiap materi. Tidak lupa, pengajar juga mengkritisi berbagai soal, mendiskusikan jawaban yang masih meragukan dan menyepakati kunci jawaban untuk kumpulan soal satu semester. Terlihat ‘njlimet’ tapi ini sungguh menyenangkan karena kemasan acaranya tidak terlalu formal, serius tapi santai. Diselingi bermacam humor dari beberapa pengajar yang memang punya jiwa humor tinggi seperti Pak Indarto, pak Ryantori, Pak wisnu, Pak Amir..kebetulan bapak-bapak semua, Salut untuk mereka.

Enak memang metode micro teaching. Kami memainkan role play. Presenter yang maju berperan sebagai pengajar, sedangkan pengajar yang lain berperan sebagai murid. So, dalam presentasi pun presenter mempraktekkan cara mengajarnya, hanya yang membuat aneh adalah muridnya pinter-pinter, hehe.. Tak jarang, para “murid” ini bertanya pada “guru”, bisa pertanyaan betulan bisa juga pertanyaan jebakan. Pengajar-pengajar senior biasanya pertanyaannya kasuistik, sulit, dan belum terpikirkan oleh presenter. Apalagi jika presenternya masih pengajar pemula sepertiku. Deg-degan memang, mengajar di depan senior..tapi menantang:). Selama ngajar di NF, aku maju di raker 3 kali dan Alhamdulillah selalu menyenangkan.

Ada satu moment di raker tahun ini yang lucu banget, sampai membuat kami tertawa kompak seruangan..! Ceritanya: Saat itu giliran Bu Yanthi presentasi. Pak Ryantori minta izin “Bu, saya izin makan yaa…”, “oh iya silakan dek, santai aja” jawab Bu Yanthi sambil melanjutkan mengajar. Beberapa menit kemudian Pak Ryantori lagi-lagi minta izin “Bu, izin SMS ya..”, “iya…” jawab bu Yanthi agak gondok, kami semua tertawa. Lalau bu yanthi menerangkan bahwa if-clause tipe ke tiga itu digunakan ketika kita akan mengandaikan sesuatu yang sudah terlanjur terjadi di masa lalu. Rumusnya if + past perfect, modal past+past perfect. Kenyataannya adalah lampau. Tiba-tiba pak ryantori “ Bu, sudah sampai nich SMSnya..”  lalu hwahaha…. Kami tak kuasa menahan geli. “Yayaya!..saya suka orang yang selalu ngasih report”  kata bu yanthi (pura-pura) sabar..

Terakhir, bu yanthi menjelaskan perihal pengunaan Unless dalam if-clause. 5 menit menerangkan dalam keadaan serius, pak ryantori “ Bu, udah dapet nich balesannya..” ..hahahaha…Ya amppuuuun Pak, ngga penting bangeeeettt…!!!

Yah, itulah..bagian dari yang terkenang. Kecerdasan, keseriusan, yang diimbangi dengan lelucon. Kehidupan yang seimbang memang tidak selamanya serius bukan? :))

Leave a comment

Filed under Diary

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s