Resume Buku Qodhoya Asasiyah

Judul Buku: Qodhoya Asasiyah, Karya Syaikh Musthofa Masyhur

Da’wah sebagai Jalan Mulia

Da’wah, merupakan satu-satunya jalan yang mulia untuk menghabiskan sisa umur manusia di dunia. Da’wah berintikan penyeruan manusia untuk kembali kepada Allah SWT. Imam Syahid Hasan Al-Banna mengatakan bahwa kita menempuh jalan da’wah ini dengan iman dan amal, kecintaan (mahabbah), dan persaudaran (ikha’). Jalan da’wah ini bukanlah jalan yang mudah lagi singkat, melainkan jalan yang sukar lagi panjang. di dalamnya bukanlah persoalan sepele yang diperjuangkan, melainkan urusa besar. jika diibaratkan dengan membuat sebuah bangunan, maka da’wah esensinya sedang membangun gedung pencakar langit, bukan rumah sederhana. Dawah ini bertujuan untuk mendirikan sebuah bangunan peradaban islam, yang bertengger di atas daulah dan khilafah islamiyah yang mendunia dimana syari’at islam didirikan dengan kokoh. oleh karena itu, tadhiyah yang diinvestasikan jauh lebih besar. Da’wah memerlukan kader-kader yang kuat secara akidah, keimanan, dan ketaqwaan. da’wah meminta kekuatan wihdah dan ukhuwah. Da’wah menharuska kekuatan fisik dan persenjataan. itu semua tidak lain adalah untuk membentuk fodasi peradaban yang kokoh. sehingga bangunan yang berdiri di atasnya kelak pun akan kokoh dan tidak mudah digoyahkan oleh musuh.

Pandangan yang Jelas

bayangkan bahwa kita akan menempuh sebuah perjalanan jauh yang melelahkan, dmana kita belum pernah sekalipun melalui jalan tersebut. tentu kita harus memiliki pengetahuan yang cukup. pengetahuan itulah yang dimaksud pendangan yang jelas. kita harus tahu benar apa tujuan kita berada di jalan ini?. Tujuan (ghayah) adalah hal mendasar yang harus kita ketahui dengan jelas, sejelas-jelasnya da tidak ada yang tersembunyi sedikitpun. jika kita tidak tahu, maka bertanyalah pada para pendahulu. kita juga harus mengenal karakter jalan da’wah yang panjang dan berliku. Umur da’wah bukan sebatas umur seorang manusia, melainkan seumur kehidupan di dunia ini.setelah kita mengetahui apa, mengapa kita berada di sini, saatnya memancangkan kuat komitmen dan bersiap untuk semua konsekuensi yang akan diterima!

Kesinambungan

Yang dimaksud dengan kesinambungan di sini adalah tetap adanya orang yang memikul beban da’wah dan berusaha mewujudkan sasarannya serta mewariskannya kepada orang lain. Wujudnya adalah adanya kader yang konsisten dengan jalan da’wah serta beramal untuknya, itu menunjukkan masih adanya kesinambunan dan kelestarian da’wah. Sudah menjadi sunatullah, bahwa di dalam da’wah akan selelu ada tribulasi, ujian ringan dan berat yang akan dihadapi. Upaya-upaya pemberantasan da’wah selalu betubi-tubi menyerang pengusung da’wah fii sabilillah. Cara-cara yang dilakukan pun makin lama, makin beringas dan menyakitkan. Kita bisa lihat bagaimana penjajahan Yahudi atas Palesina saat ini. Bagaimana upaya mereka menghacurkan Al-Aqsha. bagaimana konstelasi kebathilan saat ini telah berkongsi skala internasional untuk menghacurkan generasi muslim dengan 3 F nya (Film, Fashion, Food). Kita menjadi saksi atas kenyataan pemuda muslim yang saat ini menjadi rapuh, dan ambruk. oleh karena itu kehadiran orang-orang yang istiqomah di jalan da’wah menjadi sangat amat penting. Keberadaan kita di sini, mudah-mudahan menjadi bagian dari kesinambungan da’wah tersebut! Kita bisa kenang kisah nabi Musa dan Fir’aun. Bagaimana kejamnya Fir’aun kapada ummat Nabi Musa saat itu. Pederitaan ummat nabi Musa diabadikan Allah dalam QS Al-A’raf:129: “kaum musa Berkata”Kami telah ditindas (oleh Fir’aun) sebelum kamu datang dan sesudah kamu datang”. Musa menjawab, “mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumiNYA.” Maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu..”

Kemudian kita bisa buktikan bahwa Allah meneggelamkan Fir’aun di laut merah, membinasakan kaumnya dan menjadikan ummat Nab Musa menjadi khaliafh. Perolongan Allah Serupa insyaAllah akan kta alami juga, dengan syarat ketaqwaan,keistiqomahan, dan kesinambungan kita di jalan da’wah.

Pertumbuhan dan Kekuatan

Kesinambungan saja ternyata tidak cukup untuk menegakkankan Al-Islam di muka bumi. Perlu hasil-hasil da’wah yang muntijah, yang produktif. pertumbuhan da’wah menjadi tolak ukur keberhasilan aplikasi manhaj da’wah. Pertumbuhan yang dimaksud meliputi pertumbuhan  horizontal dan vertikal.  Pertumbuhan horizontal adalah perluasan manuvermanuver da’wah. meningkatnya jumlah kuantitas kemenangan da’wah. kemenangan da’wah dicapai disetiap negeri, dan nasyrudda’wah melalui berbagai media kita kuasai. kemudaian pertumbuhan secara vertikal menandakan kualitas dari pertumbuhan horizontal tadi. Bagaimana peningkatan ketaqwaan kita dan orang-orang yang kita seru, peningkatan kualitas tarbiyah. Setelah secara kualitas dan kuantitas da’wah kita optimal, lalu kita jadika hasil da’wah tersebut kuat. memiliki kekuatan dengan tarbiyah madal hayyah dan praktek lapangan.

Menjaga Orisinalitas

“Bahwasannya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada ALLAH. Tangan ALLAH di atas tangan mereka, makabarangsiapa melanggar janjinya, niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahaa yang besar” (QS Al Fath:10)

 

penting bagi da’i mempertahankan komitmennyakepada syari’ah dan jama’ah. Jangan sampai seorang da’i melakukan penyimpangan-penyimpangan kecil yang akhirnya akan menjadi penyimpangan-penyimpangan besar nantinya. Penjagaan orisinalitas ini sangat berkaitan erat dengan pemahaman seseorang terhadap

…..Terhadap apa ya? kok ga selesai nih resume..hehe

 

Leave a comment

Filed under Resume Buku

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s