Resume Buku Mozaik Syuhada

Karya Prof. DR Yusuf Al-Wa’iy

mozaik_syuhada

 

 

Tentang Syuhada![1]

’Syuhada’ berarti orang yang mempersaksikan (kebenaran Ilahiyah). Menjadi syuhada tidak harus melalui peperangan. Seorang yang meninggal di atas tempat tidurnya pun bisa menjadi seorang syuhada, asal ia benar-benar memintanya, sebagaimana disebutkan dalam hadits:

“Kebanyakan syuhada dari ummatku, ialah mereka yang mati di tikar tidurnya. Dan banyak pula orang yang terbunuh di antara dua baris perang, yang Allah Maha Mengetahui apa niat sebenarnya”. (Hadits Riwayat Ahmad dari Ibnu Mas’ud)

Di zaman Rasulullah, mereka yang gugur ketika berniat mengorbankan jiwa mereka untuk Allah melalui jalan yang tersedia dan dibutuhkan ummat pada masa itu (berperang), yang pengorbanannya diterima oleh Allah, dianugerahi sebuah ‘penyaksian (akan kebenaran/Al-Haqq)’ melalui gugurnya mereka di medan perang. Tapi, belum tentu jalan pengorbanan yang paling dibutuhkan ummat pada setiap masa adalah berperang. Maka belum tentu setiap orang yang gugur di medan perang adalah ’syuhada’, jika pada saat kematiannya tidak dianugerahi sebuah penyaksian akan Al-Haqq. Juga hal ini berimplikasi bahwa banyak cara lain menjadi seorang ’syuhada’ selain melalui peperangan.

Apa yang didapat seseorang ketika berperang, sebagaimana sabda Nabi, bergantung pada niatnya. Untuk siapa ia perang? Ia persembahkan kematiannya untuk Allah, atau ‘hanya’ demi nama besar kemuliaan Islam? Apakah dengan adanya kita Islam jadi bertambah kemuliaannya? Atau mungkin, untuk melampiaskan kebencian pada (yang kita anggap) musuh? Atau untuk status sebagai ‘pejuang Islam’? Banyak kemungkinan.

“Bahwasanya segala amal perbuatan itu bergantung dengan niatnya. Dan bagi setiap manusia itu apa yang diniatkannya. Maka siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya kepada dunia yang akan diperolehnya atau wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya kepada apa yang ia berhijrah kepadanya.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Nilai yang Didapat dari Buku Mozaik Syuhada

Buku Mozaik Syuhada merupakan kumpulan biografi singkat dari para mujahid- yang telah syahid di Jalan Allah. Mereka adalah orang-orang yang telah Allah pilih untuk menjadi penghuni syurga karena telah rela mati demi menegakkan izzatul islam di muka bumi. Mereka semua adalah para pejuang yang merintis dakwah dan tarbiyah di negeri jazirah arab.  Mereka adalah orang-orang yang telah mewakafkan diri mereka untuk islam dan memperjuangkan  merdekanya bumi Palestina. Mereka adala orang-orang yang membenci Yahudi dan sekutunya. Bukan kebencian yang hanya terucap di lisan saja, melainkan adalah kebancian hakiki yang mendarah daging dalam tubuh mereka dan menjadi energi penggerak yang tak pernah habis bagi perjuangan.Mereka adalah manusia, muslim, dan Da’I sejati yang namanya  menggetarkan musuh, kata-kata yang keluar dari lisannya menyentuh hati, dan kisah hidupnya mengajarkan kebaikan kepada banyak orang.

Ketika membaca kisah-kisah mereka satu demi satu, akan terlihat ketulusan yang memancar dalam setiap episode perjuangan, akan terlihat keikhlasan, ketabahan, azzam (kesungguhan), dan yang pasti adalah keimanan yang kokoh dalam jiwa mereka. Tanpa keimanan, tidak mungkin seseorang mampu menjadi barisan syuhada yang sesungguhnya. Tanpa keimanan tidak mungkin keistiqomahan tetap bertengger di hati mereka, tanpa keimanan tidak mungkin kesabaran yang bertambah-tambah akan setia bersama mereka. Dapat dibayangkan betapa beratnya hidup di daerah konflik. Setiap hari dilanda ketidaknyamanan karena daerahnya sewaktu-waktu dapat saja terkena rudal, bom yang siap meluluhlantakkan pemukiman. Sewaktu-waktu bisa saja mereka terbunuh dengan peluru para yahudi yang tak pernah pandang bulu. Menjadi seorang sipil pun, di palestina tidak berbeda dengan militer. Apalagi menjadi seorang yang melawan Yahudi dan mengadakan perlawanan. Tentu saja mereka akan menjadi buronan nomor satu yang akan segera dihabisi bagaimanapun caranya. Ditambah lagi dengan canggihnya teknologi perang Yahudi, sedangkan perlengkapan perang muslim masih seadanya.

Sungguh ini merupakan medan perjuangan yang telihat paradoks, dan mungkin akan ada yang mengatakan tidak mungkin palestina mampu berperang melawan teknologi canggih Israel. Naum, bagi para syuhada itu, kalimat ini tidak lain adalah bentuk statemen menyerah kepada musuh yang amat mereka benci. Yang artinya kita tidak akan menang sebelum berperang, artinya kita akan menjadi kaum yang terhina. Sungguh hanya dengan keimanan yang kokoh dan kesungguhan lah langkah mereka untuk berjuang tidak pernah berhenti.

Membaca biografi singkat mereka, saya dapat mengambil beberapa kesimpulan. Bahwa menjadi seorang syuhada adalah pekerjaan yang berat. Dibutuhkan pint-point azasi dalam diri kita untuk menjadi seperti mereka, yaitu:

  1. Keimanan yang kokoh. Ini akan menjadi amunisi yang tak akan habis bagi seseorang. Karena kedekatan kita kepada Allah akan menjadikan kesertaan Allah (ma’iyatullah) dalam setiap kegiatan kita. Keimanan seseorang mungkin tidak dapat diukur. Namun sebagai parameter pribadi, kita dapat melihat bagaimana ibadah yaumiyah kita? Ibadah wajib, mupun sunnah kita, dan ibadah wajib lain bagi seseorang yang menamakan dirinya sebagai da’i.
  2. Keistiqomahan. Yaitu sikap untuk tetap bertahan di dalam jalan Allah. Keistiqomahan para syuhada itu sungguh besar hingga bagaimanapun keadaannya mereka tidak pernah mundur. Meskipun sedang dalam pengejaran, dalam kondisi disiksa tanpa perikemanusiaan, diteror, mereka tetap membela agama Allah. Bagitu juga dalam dakwah yang kita lakukan di kampus atau dimanapun, kita harus siap dengan segala macam tekanan. Karena zaman sekarang ini kita sudah tidak bisa lagi berlindung pada kondisi nyaman, segala kemungkinan dapat terjadi. Dan itu akan menguji keistiqomahan kita. Kesabaran kita untuk bertahan dan terus bertahan. Karena dengan ini kita bisa menyusun kekuatan terus menerus, dan melanjutkan perjuangan hingga kemenagan yang Allah janjikan dating.
  3. Komitmen. Sikap untuk selalu pada prinsip bagaimanapun keadaannya. Dalam hal ini, kita harus memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang menjadi dasar perjuangan kita dan apa yang kita perjuangkan, sehingga ketika berada pada keadaan yang tidak stabil dan tidak ideal, kita bisa tetap berkomimen pada prinsip dasar perjuangan kita yang berdasarkan Al-quran dan Sunnah.
  4. 4. Keberanian. Sikap yang dapat mengalahkan segala bentuk keragu-raguan, apalagi sikap takut terhadap musuh. Dari keberanian para syuhada dalam menghadapi musuhnya, kita bisa berkaca pada diri sendiri, seberapa beranikah kita saat ini? Menghadapi objek dakwah kita, menghadapi system birokrasi kampus, bahkan seberapa beranikah kita melawan kebathilan yang terlihat oleh mata kita?  
  5. 5. Kecerdasan. Meliputi kecerdasan intelektual dan skill. Bagi seorang da’I ini akan menjadi bekal yang akan memberi kontribusi dalam dakwah. Keahlian yang ia bidangi akan menjadi penolong dalam perjuangan dakwah. Bahkan kecerdasan seseorang akan mempu menghindarkannya dari serangan musuh.
  6. 6. Keikhlasan. Ini adalah atap bagi semua amal seorang muslim. Tanpa keikhlasan, maka apa-apa yang kita perjuangkan tidak akan ada hasilnya di mata Allah.

 

Demikian nilai-nilai yang mampu saya tuliskan. Tentunya masih banyak nilai-nilai lain yang terkandung di dalam biografi orang-orang pilihan Allah itu. Dan semoga kita semua mampu menyiduk ceceran hikmahnya, menyimpannya dalam hati kita dan menjadikannya bekal dalam perjuangan ini! Semoga kita dijadikan oleh Allah termasuk orang-orang yang senantiasa memperbaiki diri, menyeru orang lain, dan ditetapkan pada jalan kebaikan selamanya. Amiin..

Wallahua’lam bisshowwab..


[1] Taken from: http://suluk.blogsome.com/2007/03/29/makna-syuhada-yang-sebenarnya/

Leave a comment

Filed under Resume Buku

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s