Bakat Bukan Segalanya

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Bakat artinya adalah Dasar (kepandaian, sifat dan pembawaan) yang bawa dari lahir. itu artinya bakat adalah suatu karunia yang diberikan oleh Allah kepada manusia mengenai keahlian tertentu yang unik. Ngomong-ngomong mengenai bakat dan menulis, ternyata bakat ini sudah menjadi autosugesti bagi banyak orang untuk—dengan merdeka—berkata tidak bisa pada sesuatu.

Kita termasuk gak ya? Hati-hati saja dengan anggapan pribadi ini. kata-kata bakat bisa jadi senjata ampuh untuk menolak tawaran yang sangat potensial sekalipun. Bener lho..! Pernah kan baca pengumuman lomba penulisan artikel, lomba penulisan essay, karya ilmiah, cerpen, dan sejenisnya?  Sebenarnya itu adalah tawaran menggiurkan, potensial. Bisa jadi ladang pengasahan bakat, ladang amal, dan ladang pemasukan yang lumayan. Tapi berapa banyak orang yang kemudian mengacuhkannya, berapa banyak orang yang menganggap terlalu sulit, berapa orang yang berdalih tidak ada waktu, dan.. tidak berbakat?

Sebenarnya apa yang telah membuat kita berkata tidak bisa menulis karena tak berbakat? Apakah karena tulisan kita gak mutu?gak menarik?gak meaning? gak berharga? dan gak guna? Mungkin ada salah satunya yang menjadi alasan kita. Meskipun itu artinya menyatakan ketidakmampuan diri, tapi tu sedikit lebih baik. Setidaknya kita sudah mencoba nulis, lalu menilai tulisan kita masih setingkat bahasa-bahasa diatas. Yang parah adalah ketika kita belum mencoba menulis samasekali, lalu menjudge bahwa kita memang tidak berbakat menulis. Intinya menulislah apapun, dan bagaimanapun lalu hargailah tulisan itu bagaimanapun buruknya, karena suatu hari kita akan menemukan proses perjalanan yang progresif dan mengagumkan.

Bakat Sebading Lurus dengan Motivasi dan Kesungguhan

Takjub juga ya melihat penulis-penulis sesukses M. Fauzil Adhim, Mba Helvi Tiana Rossa, J.K Rowling, Dan Brown dan penulis karya bestseller lainnnya. Buku hasil ide besar mereka diterbitkan dalam jumlah besar, dibaca banyak orang, menjadi isu publik, bahkan sampai diterjemahkan ke berbagai bahasa. Bayangkan jika apa yang kita tulis itu mafaatnya besar dan inspiratif! wow, kita bisa jadi sumber inspirasi dan trigger bagi banyak orang.

Sekarang kita coba berhayal jadi sesorang yang punya bakat besar dan luar biasa di bidang penulisan. Maka kita akan punya potensi yang sangat luar biasa pula untuk menjadi penulis yang handal. Kata Bang Jonru, seorang penulis aktif di www.penulislepas.com, bakat yang baik akan membuat seorang penulis lebih mudah dalam menyerap teori-teori penulisan. Proses belajar yang dilaluinya akan lebih cepat dan sederhana ketimbang mereka yang tidak punya bakat samasekali. TAPI, itu semua tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak memiliki motivasi dan keinginan yang kuat. Kita tidak akan pernah menjadi seorang penulis yang sesungguhnya!

Masih kisahnya Bang Jonru. Beliau punya teman-teman yang berbakat luar biasa dalam kepenulisan, tapi tidak pernah mau serius untuk menulis. Ketika dikompori untuk menulis dengan lebih serius, mereka hanya mejawab:” Saya menulis untuk iseng-iseng saja kok!”. Trus, ketika ditanya apakah tidak berniat mengirimkan tulisannya ke majalah atau penerbit, mereka menjawab:”apakah itu penting bagi hidup saya?” Duuh, sayang banget ya? Sudah diberi kemapuan yang begitu berharga tapi tidak dimanfaatkan. Nah disitulah kelebihan bagi orang-orang yang merasa dirinya tidak berbakat. Ternyata bakat saja tidak cukup! Bahkan ada teori yang banyak diterapkan di berbagai bidang, baik itu bidang kepenulisan, bisnis, maupun bidang-bidang lainnya bahwa bakat itu hanya berkontribusi tidak lebih dari 10% bagi keberhasilan seseorang. Lalu 90%nya lagi? Adalah motivasi dan kesungguhan.

Bersyukurlah dalam segala kondisi. Bersyukurlah bila kita merasa punya bakat menulis. Itu adalah pemberian dari Allah yang amat berharga. Kita tinggal menumbuhkan motivasi dan kesungguhan dalam menulis, maka kita akan segera menjadi penulis yang luar biasa. Dan bersyukurlah juga bagi yang merasa tidak berbakat. Karena masih ada oran-orang berbakat yang tidak menyadari kelebihannya, yang bahkan tidak tertarik untuk bersaing dengan kita orang-orang tidak berbakat yang kapasitasnya akan segera melebihi orang-orang berbakat. Percaya deh, dengan motivasi dan kesungguhan yang kuat, bakat akan datang dengan sendirinya. Bakat sebanding lurus dengan motivasi dan kesungguhan. Ketika motivasi dan kesungguhan kita melaju dan meningkat cepat, maka bakat pun akan menyusul. Inspirasi dan ide akan bermunculan di kepala kita karena memang kita benar-benar ingin menjadi penulis. Karena kita memang sudah memilih menulis sebagai bagian dari hidup kita. Selamat mencoba menulis wahai orang-orang yang merasa tidak berbakat! Teruslah menulis dengan motivasi dan kesungguhan, dan temukan bahwa bakat akan datang tanpa kita sadari.. :)

(Tulisan ini dibuat ketika masih aktif si kampus, sekitar 2 atau 3 tahun lalu. ada seorang teman menawari menulis untuk semuah terbitan, meskipun ga jadi terbit..tapi tulisan ini patut lah diabadikan..hehe)

Leave a comment

Filed under agak serius

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s