Saat-saat berpisah

Malam ke 21 Ramadhan..

Ya Allah tak terasa sama sekali.. Ramadhan yang mulia telah beranjak dan mengantar kami ke penghujungnya. Rutinitas, puasa, sahur, tarawih, tilawah dengan semangat Ramadhan akan segera berlalu..

Tadi malam Alhamdulillah kuhabiskan malam itu bersama 2 sepupuku tersayang. Kami i’tikaf di masjid Attin. Yah walaupun i’tikafnya diwarnai dengan makan nasi goreng dan mie goreng..*hehe..* tapi minimal kami bisa berkumpul dalam aktivitas kebaikan.

Menjelang perpisahan dengan Ramadhan ini aku teringat dengan doa Rasulullah SAW yang indah:

“..Ya Allah jadikanlah hari yang terbaik bagiku adalah hari ketika aku menghadapMu, umur yang terbaik bagiku adalah pada akhirnya, dan amal yang terbaik adalah di penghujungnya..”

Di penghujung Ramadhan, Rasulullah senantiasa i’tikaf di masjid pada 10 hari terakhirnya. bahkan pada tahun beliau meninggal dunia, Rasulullah melakukan i’tikaf selama 20 malam. betapa beliau menghayati bahwa kita sesungguhnya tiada pernah tahu apakah umur kita akan sampai pada Ramadhan tahun depan??

Wahai Sang Kekasih Sejati..betapa kami mengharap karuniaMu yang teragung..jadikanlah kami para hambaMu yang kuat untuk mengoptimalkan ibadah kami di akhir Bulan Mulia ini. karuniakanlah kepada kami rezeki tak terhingga..Laylatul Qadr..

Leave a comment

Filed under Diary

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s