Adaptasi

Riset yang dilakukan oleh Ellen de Rooij dari Stratix Group di Amsterdam menyimpulkan bahwa sebagian besar perusahaan-perusahaan di Eropa berumur pendek. tanpa mengukur besar/ kecilnya perusahaan, diperkirakan bahwa masa hidup perusahaan-perusahaan di sana berkisar 12,5 tahun. bahkan pada beberapa negara, 40% dari semua perusahaan yang baru didirikan berumur dibawah 10 tahun (De Geus dalam Jann Hidajat, 2006). Jika kita lihat fenomena ini, tentu timbul pernyataan bahwa ternyata lebih banyak perusahaan yang berumur pendek ketimbang yang berumur panjang di dunia ini.

Hal tersebut bisa dikatakan benar, karena ada perusahaan yang bisa bertahan hingga 800 tahunan, seperti Stora (Swedia). Ada pula perusahaan Jepang Sumitomo yang telah berusia 400 tahun. Lalu mengapa bisa demikian banyak perusahaan pendek umur? Menurut De Geus, perusahaan yang berumur panjang adalah perusahaan yang mampu terus belajar dan mengadakan perubahan sesuai dengan tuntutan zaman. Ketika sebuah perusahaan konsisten untuk belajar, maka ia akan menjadi perusahaan yang terus hidup (The Living Company). Sebaliknya, jika perusahaan berhenti belajar, maka ia akan mati tertinggal zaman yang terus bergulir maju.

Proses belajar pada organisasi ini tentu sangat dipengaruhioleh sistem yang digerakkan di dalamnya. sistem tersebut akan berjalan pada rel visi dan misi perusahaan jika para pemimpinnya senantiasa berjalan pada jalur yang benar. Artinya peran pemimpin untuk selalu menjaga keserasian gerak sangatlah penting. Oleh karena itu setiap pergantian tahun wajib bagi perusahaan memperhatikan kembali validitas Visi dan misi perusahaan. Apakah visi dan misi mereka masih sejalan dengan kebutuhan masyarakat atau tidak, jika tidak maka perlu dibuat strategi baru yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurut De Geus, ada 2 tipe perusahaan.YAng pertama adalah Economic company, yang kedua adalagh the river company. Economic company adalah perusahaan yang orientasinya hanya uang dan uang, sehingga ia hanya fokus pada pengoptimalan pencapaian laba pada kurun waktu terbatas. Perusahaan tipe ini tidak terlalu memikirkan hal-hal yang visioner, karena apa yang mereka kerjakan adalah apa yang ada di depan mata mereka saja. jik adiibaratkan, perusahaan Economic ini adalah seperti air di lubang kecil, jika datang gerimis atau hujan lebat, maka aitr di dalamnya akan “luber” sia-sia sedangkan volume di dalam lubang pun tak bertambah, justru berkurang.

Tipe kedua adalah the River Company. Tipe ini lebih baik dari tipe 1 tadi. pada tipe ini, perusahaan meniru falsafah sungai yang akan terus mengalirkan air bagaimanapun musimnya. lama untuk membuatnya jatuh karena tidak boros dan bisa menyesuaikan diri.

Leave a comment

Filed under Diary

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s