kumis kucing dan sepeda

Ada banyak momen yang mengingatkan tentang masa lalu. Ketika berusia 3-4 tahun, sering ikut Bapak& Ibu ke perkebunan kopi. Jauhnya jarak rumah-kebun (biasanya ditempuh dalam waktu 30-40 menit dengan berjalan kaki) sehingga aku harus dipanggul Bapak di atas pundaknya. Setiap kali sampai di sebuah jalan yg menurun, aku selalu minta dipetikkan bunga kumis kucing. Selalu, di jalan menurun itu. Entahlah kenapa dulu aku suka sekali dg bunga ini sehingga tiap melihat bunga ini aku teringat waktu kecil *hehe*.

hari ini di kampus, akhirnya aku nikmati lagi indahnya masa kecil dalam bersepeda. wuihh setelah hampir 10 tahunan tak biasa bersepeda..rasanya naik sepeda kali ini indaaah sekali. menyusuri jalan kecil, kanan kiri pepohonan, sepi, sejuk…indaaah!!

masa kecil, aku tak kan bertanya “kenapa begitu cepat kau beranjak?”. tapi aku akan berkata “terimakasih, karena kau selalu memberiku energi baru!”

betapa baiknya Allah..

 

Leave a comment

Filed under Diary

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s