Dibalik Nikmatnya Penyedap Rasa

20080731152834

Perut sudah minta diisi, namun yang ada hanya mie instan dalam kemasan. Tinggal di seduh dan siap disajikan dengan rasa yang gurih. Dibalik itu, apakah Anda pernah terpikir kandungan penyedap rasa atau glutamat dalam makanan instan berisiko menimbulkan efek samping berbahaya?

Makanan-makanan Asia terkenal dengan kelezatannya yang lengkap dengan empat kelompok rasa yaitu manis, asam, pahit dan asin. Glutamat berfungsi melekatkan empat kelompok rasa tersebut dan membuatnya lebih kuat. Di Jepang, kristal putih itu dikenal dengan ungkapan umami.

Dalam bahasa Jepang, umami menggambarkan efek unik glutamat yaitu rasa dan aroma yang lezat. Industri makanan memanfaatkan efek unik umami sejak 40 tahun lamanya. Kini umami diakui sebagai sekelompok rasa terpisah yang dipicu oleh glutamat.

Glutamat adalah garam dari asam glutamat yang membentuk protein. Zat itu juga terdapat pada bahan makanan seperti tomat, daging dan kedelai.

Manusia membutuhkan zat-zat untuk menutrisi otak agar proses pengalihan informasi dapat berproses dengan lancar. Kristal putih itu terbuat dari senyawa yang terdapat pada bahan makanan, baik yang terikat mapun tidak.

Bahan dasar glutamat banyak dijumpai di alam, juga terdapat dalam makanan seperti sayuran dan daging. Baik dalam bentuk bebas maupun terikat sebagai peptida maupun protein. Namun, glutamat yang terikat dengan protein tidak mempunyai daya penyedap seperti bentuk bebas.

Organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan, glutamat tidak mengandung pengaruh yang berbahaya pada organisme.

Kontradiksi Glutamat

Meskipun glutamat dijabarkan dalam berbagai definisi yang kontradiktif, ada satu kasus yang akan selalu diingat yaitu Chinese Restaurant Syndrom pada tahun 1970-an. Beberapa pengunjung yang menikmati makanan China menjadi mual,sakit kepala dan jantung berdebar.

Kasus tersebut seakan menyadarkan, mengenai bahaya dibalik kenikmatan yang ditawarkan glutamat. Beberapa ilmuwan mengadakan penelitian tentang kemungkinan yang timbul akibat mengonsumsi glutamat.

Studi itu melibatkan orang yang menggunakan glutamat dalam makanannya dan orang yang tidak mengkonsumsi makanan dengan glutamat. Sehingga dapat ditarik kesimpulan mengenai apakah glutamat membahayakan atau tidak.

Tetapi mereka merasa kesulitan menarik kesimpulan mengenai baik buruknya glutamat, jika penelitian hanya menfokuskan pada yang mengkonsumsi atau tidak mengkonsumsi.

Siapapun yang merasa tidak bermasalah mengkonsumsi makanan yang mengandung glutamat, maka dapat menikmati sup kemasan tanpa harus berfikir panjang.

Namun, para ahli gizi menganjurkan untuk mengkonsumsi makanan yang berkualitas seperti produk-produk organik yang terbebas dari glutamat. Atau, makanan yang dibuat menggunakan bahan dasar alami yang segar. (gesundheit.de/cr1/rin)

From: Republika online

Leave a comment

Filed under Diary

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s