“lulus dengan cara yang terbaik”

Sebenarnya posting kali ini hampir saja kuberi judul “penundaan kelulusan” atau “gagal lulus semester ini” atau “harus menambah satu semester lagi” tapi.. semua itu sangat bernada negatif dan tidak baik bagi kesehatan. hehe.. ya jadi langsung kuganti menjadi “lulus dengan cara yang terbaik”

yak.sepertinya–dan memang kenyataannya–memang beginilah jalan hidup yang telah digariskan untukku. gelar S1  harus kutempuh dalam masa 4,5 tahun. ini hal yang –di mata orang lain– mungkin akan “dipandang sebelah mata”. atau mungkin ada pula yang menganggap “tanggung banget..” atau ada yang berpikir “ngapain aja…?” dan sebagainya. tapi inilah PILIHANKU!. ini pilihan sadarku dan aku siap menghadapi semua konsekuensi yang tidak hanya harus kutanggung sendiri, misalnya:

*rela melihat teman-teman lulus duluan dan tidak wisuda serta tidak foto bareng2 mereka. *sanggup menyampaikan kabar ini kepada orang tua, pakde, dan bude.. yang harus mengeluarkan biaya pendidikan 1 semester lagi :'( *harus mampu mengatur diri lebih baik lagi sehingga skripsi tetap dikerjakan walaupun banyak urusan :p

tapi..aku sangat bahagia teman.. aku berharap keputusan ini mampu membuatku BANGKIT dan lebih serius menggarap skripsi. beberapa minggu yang lalu, sebenarnya aku sudah menyerahkan draft lengkapku ke Dosen Pembimbing. namun akibat diksusi panjang dan mendalam..ternyata draft yang kuajukan itu baru dinilai 70% oleh DPku. akhirnya aku “curhat” tentang niat untuk lebih melengkapi skripsiku. dan.. tentu saja beliau sangat mendukung. bahkan Pak DP memberikan banyak masukan yang bermanfaat bagi penelitianku. beliau pesan bahwa penelitian kualitatif ini memang tidak bisa singkat. seorang peneliti kualitatif harus banyak menyelami keadaan dan objek yang ditelitinya. tidak bisa hanya sekali ketemu dan jadi. dan memang itulah “poin”ku yang kurang. yaitu PEMAHAMAN. aku telah berhasil menulis 82 halaman tidak termasuk lampiran, tapi…pemahamanku tidak lebih dari 30%nya mengenai konsep yang kutulis. inilah yang membuatku terus membayangkan betapa dalam menulis skrip ini tidak asal jadi saja, tapi harus ada proses pendalaman dan pemahaman atas apa yang kita tulis. pemahaman yang benar akan meyakinkan kita dalam berargumen. pemahaman bahkan akan menjadi modal yang terbaik untuk menjadikan apa yang kita tulis itu bermanfaat.

Semoga keputusanku ini dapat membawa kebaikan dan perbaikan dalam diri sehingga aku bisa lebih MENGHARGAI WAKTU dan mempersembahkan yang terbaik. skripsi bukan sarana pengguguran kewajiban saja. tapi yang lebih penting tentunya seberapa banyak kita dapat ilmu dari apa yang kita tulis, dan yang paling penting adalah seberapa besar kita bisa melaksanakan dan memanfaatkan apa yang telah kita tulis.. semoga Allah memberiku kekuatan untuk melaksanakan semua ini.. Amiin

terakhir ingin “kuprasastikan” pesan indah ini:

Hidup adalah perjuangan menjalani PILIHAN yang kita ambil. di kesemua kelelahan dan kejenuhan ini, sesungguhnya kita sedang berjuang mrempertanggungjawabkan pilihan kita. dan selalu ada imbalan manis untuk semua pejuang kehidupan!

Leave a comment

Filed under Diary

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s