SKB 3 Menteri

Ini Bunyi SKB 3 MEnteri mengenai AHMADIYAH:

SKB No 3/2008, KEP-033/A/JA/6/2008, dan No 199/2008 tentang Peringatan dan Perintah kepada Penganut, Anggota, dan/atau Anggota Pengurus Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan Warga Masyarakat.

1. Memberi peringatan dan memerintahkan warga masyarakat untuk tidak menceritakan, menganjurkan, atau mengusahakan dukungan umum melakukan penafsiran tentang suatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan keagamaan dari agama itu yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran itu.

2. Memberi peringatan dan memerintahkan kepada penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus JAI sepanjang mengaku beragama Islam untuk menghentikan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Islam, yaitu penyebaran paham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah Nabi Muhammad SAW.

3. Penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus JAI yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu dan diktum kedua dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk organisasi dan badan hukumnya.

4. Memberi peringatan dan memerintahkan warga masyarakat untuk menjaga dan memelihara kerukunan umat beragama serta ketenteraman dan ketertiban kehidupan bermasyarakat dengan tidak melakukan perbuatan dan/atau tindakan melawan hukum terhadap penganut, anggota, dan/atau anggota pengurus JAI.

5. Warga masyarakat yang tidak mengindahkan peringatan dan perintah sebagaimana dimaksud pada diktum kesatu dan diktum keempat dapat dikenai sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

6. Memerintahkan aparat pemerintah dan pemerintah daerah melakukan langkah-langkah pembinaan dalam rangka pengamanan dan pengawasan pelaksanaan Keputusan Bersama ini.

Keputusan Bersama ini berlaku sejak tanggal ditetapkan di Jakarta pada 9 Juni 2008. Menteri Agama, Jaksa Agung, Menteri Dalam Negeri

Kalo dipikir-pikir, SKB ini secara sikap memang MENOLAK AKTIVITAS AHMADIYAH. terlihat dari diktum 1,2, dan 3. tapi memang bahasanya sangat halus, berputar-putar dan jadi terasa samar mengenai apa maksud dan tujuannya. wajar saja kalau kemudian ada pihak-pihak yang tidak puas dengan SKB ini dan ada juga yang menyuarakan pembelaan terhadap hak-hak beragama..

Pihak yang tidak puas mengatakan bahwa pemerintah kurang tegas karena tidak ada kalimat PEMBUBARAN Ahmadiyah. Sedangkan pihak yang menyuarakan pembelaan hak beragama menyatakan bahwa SKB ini berisi ANCAMAN karena secara eksplisit menyatakan “jika tidak begini maka begini-jika tidakegitu maka begitu”. Saya lupa siapa yang mengatakan ini, tapi tadi pagi baru lihat orangnya di TV.

Wah-waaa, kasian pemerintah..begini salah,, begitu salah..apa sih maunya rakyat ni?
kalo saya pribadi *sebagai orang yang menolak ahmadiyah* lebih pilih menghargai hasil jerih payah pemerintah dengan mengeluarkan SKB ini. toh isinya juga berujung pada pembubaran ahmadiyah. tinggal kitanya sebagai masyarakat mengawasi pelaksanaan SKB ini..kalo dilanggar, kita sudah punya dasar hukum untuk menntutnya.. :)

Leave a comment

Filed under Diary

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s