Benang Merah Gank Nero

Dampak buruk dari hilangnya nilai-nilai islam–pada diri penganutnya–makin terlihat sempurna. Bayangkan, jika sebuah negeri anak-anak perempuannya sudah tidak menunjukkan perilaku yang sopan santun sewajarnya muslimah. Di Indonesia, hal ini tidak perlu dibayangkan lagi.. karena kejadiannya memang sudah ada. Tengokkan kepala kita ke Pati-Jawa Tengah. Di sana, ada sekelompok gank anak-anak perempuan dibawah umur yang menamakan kelompoknya sebagai “Gank Nero” yang merupakan singkatan dari “Neko-Neko Keroyokan” Mereka sering melakukan perilaku kekerasan berupa pemukulan, penamparan, dan pengeroyokan kepada perempuan lain yang biasanya adalah anak-anak yang lebih muda. Video yang disiarkan di berita TV tadi siang mempertontonkan aksi Gank Nero yang sedang menampari anak perempuan yang lebih muda. Si korban disuruh bersikap badan tegak dan memberi hormat seraya ditampari berkali-kali oleh anggota gank Nero secara bergantian. Tidak hanya itu, ada lagi video yang lebih mengenaskan, berupa aksi keroyokan, jambak-jambakan, tendang-tendangan seperti adegan “Smack Down”.

Entah apa sebabnya, sampai akhirnya terbentuk kelompok brutal yang aneh luar biasa ini. Padahal menurut berita yang saya lihat di TV, anak-anak cw yang tergabung dalam dalam Gank ini tergolong pendiam di sekolahan dan di rumahnya.. alias tidak menunjukkan tanda-tanda kebrutalan. Yang aneh lagi, bukankah biasanya perempuan jawa itu dididik untuk lemah lembut ya?

Kalau menurut analisa saya, adabeberapa hal yang memungkinkan terjadinya sikap seperti ini:

  1. Anak-anak tersebut mungkin kurang perhatian dari kedua orang tuaya dirumah, sehingga menimbulkan perasaan kehilangan kasih sayang, akhirnya “broken home”. Nah untuk melampiaskan kekecewaan kepada orang tuanya, ia mencari objek lain untuk dipukul dan dicaci maki.
  2. Anak-anak tersebut mungkin hobinya nonton film action, atau “Smack Down”, akhirnya mereka membentuk Community of Interest (COI) sebagai para penggemar kekerasan. Sebagai akibatnya, mereka jadi ikut-ikutan. Karena biasanya sikap kita cenderung mengikuti apa yang kita sukai dan kita jadikan idola.
  3. Anak-anak tersebut mungkin juga, kurang mendapat pemahaman dasar-dasar agama yang baik. Kalau mereka muslim, mungkin ngajinya sama Ustadz di kampung sudah putus seiring dengan makin dewasanya usia mereka. Btw, ini saya alami sendiri lho. Jadi, anak-anak desa itu biasanya rajin ngaji Cuma pas di TPA saja. Setelah agak besaran, mereka kan malu jadi anak TPA terus. Nah pada saat itu mereka akan terancam putus ngaji. Ada 2 hal yang menyebabkan putus ngaji ini: Pertama karena tidak ada komunitas pengajian untuk remaja. Kedua karena mereka sudah terlanjur terpengaruh sama kehidupan remaja yang salah arah. Sebenarnya kalaupun tidak ada komunitas pengajian remaja di lingkungan rumah, seharusnya ada di sekolah berupa kelompok mentoring. Tapi perlu di cari tahu juga apakah SMA Diponegoro Juwana, SMA Juwana ini sudah ada ROHISnya atau belum. Karena –sekali lagi, ini berdasarkan pengalaman—gank yang paling save, paling bermanfaat, dan paling baik adalah Gank Mentoring.

Itu 3 kemungkinan yang berhasil saya perkirakan. Kalau diambil benang merahnya, (Maaf..) saya akan mengatakan bahwa akar permasalahan ini ada pada orang tuanya. Jika saja mereka mengawasi putrinya lebih ketat, tentu kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Berikut ini beberapa tips untuk orang tua supaya anaknya terhindar dari perbuatan terlarang:

  1. Orang tua perlu mengajarkan prinsip dan nilai dasar yang menjadi idealisme keluarga kepada anaknya. Prinsip dan nilai yang paling baik menjadi idealisme tak lain adalah agama, tentu. Oleh karena itu orang tua wajib menanamkan nilai-nilai agama islam pada anaknya sejak dini. Proses menanaman nilai agama ini harus terus diawasi seiring pertumbuhan mereka. Pastikan terus bahwa anak anda tetap mengaji dan tidak terputus sedikitpun.
  2. Awasi dengan ketat akhlak anak-anak anda. Penggunaan kosakata mereka sehari-hari, cara berpakaian, tindak tanduk, sampai pada rutinitas kegiatan mereka sehari hari.
  3. Awasi dengan ketat dengan siapa anak anda bergaul. Jangan sampai anak anda tergolong pada pergaulan anak-anak yang bebas dan kehilangan orientasi.
  4. Awasi dengan ketat akses informasi anak-anak anda. Media apa yang sering mereka baca: Jika internet, situs apa yangg sering mereka buka, jika Handphone periksa isinya, jika Koran, tabloid, atau majalah awasi bagaimana genre media cetak tsb. Jika buku, buku macam apayang dibacaya. Tentu orang tua sangat mengerti jebis media seperti apa yang baik dan tidak baik.

Jika orang tua sudah tidak tahu menau minimal mengenai 4 hal ini, wah..bisa dipastikan anda sudah kehilangan anak anda tanpa disadari.

Terakhir, kasih sayang yang tulus dari orang tua juga sangat penting, karena kasih sayang orang tua itu sangat besar artinya bagi anak. Jika anak sudah kehilangan kepercayaan dari orang tua, maka ia bisa melakukan apapun sesuka mereka, karena tidak merasa dibatasi atau dilarang oleh orang tuanya.

Video berikut ini, semoga bisa menggugah 3 mata kita: Mata kepala yang melihat, mata hati yang merasa, dan mata kaki yang bertindak. supaya tidak hanya bisa berkata tanpa solusi “Menyesal aku bisa lahir di Indonesia”. Tapi Berbuat sesuatu untuk memperbaiki semua ini!

video

Ya Allah, Please Save Indonesia…

Leave a comment

Filed under Diary

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s