buah simalakama

banyak orang yang tak ku kenal di kota ini. setiap kali aku berangkat ke kampus, kulihat banyak sekali angkot berkeliaran di jalanan, penuh penumpang. sedangkan aku sendiri berada di lautan traffic jam lalu lintas jalan raya. berjubel dengan para pengguna roda dua ber helm. makin hari makin kurasakan makin penuhnya kota ini. apakah penduduk Jakarta bertambah lagi? apakah makin banyak urbaners-urbaners pindah ke kota?…

rasanya aku mulai bosan dan sakit kepala dengan macet ini. sunggguh enaknnya jadi penumpang angkot, yang bisa duduk santai dan tertidur di perjalanan. rasanya ingin menjadi angkoters saja seperti dulu, ketimbang harus bangun pagi dalam keadaan yang sakit pegal-pegal berlebihan.. namun, setelah kurasakan 2 hari menjadi angkoters…uang bulan ini begitu cepat terreduksi. luar biasa. ongkos depok-pondok gede Rp.6000. pd.gede-rumah Rp. 2000. sehari ini Rp.8000 habis di angkot. padahal kalau beli bensin, bisa bolak-balik depok-pd.gede-rumah sebanyak 2 kali perputaran…huffh,,,padahal naik angkot itu enak. bisa tidur, baca buku, ber-Mp3 dengan Thufeil, makan dan lainnya. tapi kenyataan bahwa ongkos begitu mencekik, membuat aku harus rela berjuang lebih. siap sakit pegal-pegal berlebihan lagi..

hal yang sering menghampiri otakku adalah ketidaknyamanan ini. iya, ternyata hidup disini–terlepas dari segala kelebihannya yag tidak akan didapatkan di tempat lain–memunculkan banyak kesimpulan dan keputusan dini untuk melanjutkan masa depan di tempat lain saja. well, memang jakarta punya UI tempatku berjuang demi ilmu, memang jakarta punya segudang orang baiiiik (keluargaku, sahabatku, guruku, dosenku, murobbiahku…), memang jakarta punya fasilitas seraba ada..semuanya ada disini.. tapi..
tapi,,,
bagiku tak cukup itu menjadi “iming-iming”. tapi, rasanya kampung halamanku lebih membutuhkan kehadiranku sebagaimana aku membutuhkannya dalam setiap hari-hariku. entah apa yang bisa aku berikan untuknya tapi hatiku hanya ingin kembali ke sana. ingin bergabung dengan “pejuang2” di sana dan yang paling penting adalah berada di sisi orang tua dan adik. aku sadar sepenuhnya, bahwa pendidikanku 4 tahun di universitas ini tak kan berarti apa-apa di sana. masih terlalu dini untuk bisa membuat perubahan besar. mungkin semuanya baru bisa kurajut di alam mimpi.

iya, sekarang apa yang sudah kupunya? ilmu yang tak seberapa, tekad yang tak sebulat bola (hehe..) rasanya itu semua baru bekal untuk bertahan sementara saja. selebihnya..apakah aku kan hidup dengan keadaan biasa-biasa saja? memulainya dari NOL…? tanpa pertambahan ilmu dan bekal-bekal lainnya. sedangkan di sana,, tak semudah di sini dalam mencari tempat belajar. Di sini.. aku bisa tentukan apa mauku asalkan sungguh-sungguh aku pasti bisa. tapi di sana… belum semudah ini.

huff, itulah buah simalakamaku. Menggoda perutku yang lapar akan implementasi amal dari ilmu…

2 Comments

Filed under Diary

2 responses to “buah simalakama

  1. light

    Yah… begitulah hidup, selau tentang pilihan dan pilihan..
    Ga jarang saking bingungnya kita dengan pilihan yang ada, kita justru tidak memilih apapun..
    Jangan sampai itu terjadi padamu..

    Cuma ngingetin.. UI adanya di Depok bukan di Jakarta..
    Bersyukurlah UI ada di Depok… karena kalau pagi arus Depok-Jakarta menggila dengan para penghuni Depok yang kerja di Jkt. Sebaliknya sore dari Jkt-Dpk yang penuhnya naujubilah..

  2. hippocampus

    ya..kutau suatu hari ini pasti terjadi… just wanna let you know… aku bangga pernah menjadi bagian dari hidupmu… Bila suatu hari nanti kau harus pergi….yah….walau tak kan pernah bisa melupakanmu…ku doakan kau menemukan hakikat keberadaanmu disana..

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s