Manusia itu, memang benar ciptaan Allah yang paling sempurna. Laqad Khalaqnal Insaana Fii ahsani taqwiim..
Tapi, terpaksa harus diiyakan bahwa proses hidupnya -mungkin dari kecil hingga besar-lah yang membeda2kan satu dengan lainnya. Panjangnya proses dan banyaknya pilihan-pilihan hidup yang telah terlanjur tunai, akhirnya keluar sebagai karakter yang demikian.
Aku tidak-dan selalu belajar untuk tidak- mempermasalahkan fisik lah. tapi sikapnya. Itu saja. Sungguh disayang..
Sudah ke kali berapa ya, Allah menunjukkan bahwa hidup ini memang harus diuji. hahaha, bagian sabar, dan kedewasaan nampaknya kurikulum-ku saat ini. Sabarkan aku Ya Allah.