tangga ke-sekian..

Manusia itu, memang benar ciptaan Allah yang paling sempurna. Laqad Khalaqnal Insaana Fii ahsani taqwiim..

Tapi, terpaksa harus diiyakan bahwa proses hidupnya -mungkin dari kecil hingga besar-lah yang membeda2kan satu dengan lainnya. Panjangnya proses dan banyaknya pilihan-pilihan hidup yang telah terlanjur tunai, akhirnya keluar sebagai karakter yang demikian.

Aku tidak-dan selalu belajar untuk tidak- mempermasalahkan fisik lah. tapi sikapnya. Itu saja. Sungguh disayang..

Sudah ke kali berapa ya, Allah menunjukkan bahwa hidup ini memang harus diuji. hahaha, bagian sabar, dan kedewasaan nampaknya kurikulum-ku saat ini. Sabarkan aku Ya Allah.

Advertisement

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s