Sinopsis dan hikmah Novel Great Expectations By Charles Dickens

Dickens, Charles. Graet Expectations (Easy Classics). Jakarta: Dian Rakyat, 2000

Tokoh:

  1. Philips (Pip)
  2. Joe ‘The Blacksmith’
  3. Mrs. Joe (Pip’s Sister)
  4. Uncle Pumblechooks
  5. Biddy
  6. Estella
  7. Mrs. Havisham
  8. Mr. Jagger
  9. Mr. Pocket

Sinopsis:

Seorang anak kecil bernama Philips (Pip) tinggal bersama kakaknya (Mrs Joe) dan kakak iparnya (Mr Joe). Ayah&ibunya telah meninggal dan dimakamkan di halaman gereja dekat rumahnya. Pip sering berdiam diri di dekat makam ayah ibunya, melarikan diri dari tekanan yang ia rasakan di rumah kakaknya sendiri. Kakaknya memang bukan orang yang mampu menggantikan posisi ibunya, justru sebaliknya, ia adalah orang yg cukup kejam kepada Pip. Berkebalikan dengan kakak iparnya yg meskipun kurang berpendidikan, namun sangat menyayangi Pip.

Suatu hari Pip duduk di dekat makam Ibunya. Tiba-tiba datanglah seorang pria kekar berbaju hitam yang di kedua tangannya terdapat borgol yang sudah putus. Ia seperti narapidana yang kabur dari penjara. Ia mengintrogasi Pip sehingga Pip ketakutan. Ia meminta pip datang besok dengan membawa makanan dan sebilah pisau untuknya, jika tidak, ia akan memakan livernya. Ia juga melarang Pip mengatakan perihal dirinya kepada siapapun. Sebagai seorang anak kecil, Pip tentu takut dengan ancamannya. Esok harinya, akhirnya ia mencuri persediaan makanan natal kakaknya untuk dibawakan kepada pria narapidana itu. Ketika menyerahkan ke pria kekar, ia bertemu pria sejenis lainnya di depan gereja namun dengan tangan terkunci borgol. Ternyata ada dua narapidana di sana.

Esok harinya, sekelompok polisi datang ke rumah Mr. Joe dan meminta bantuan sebuah pistol. Mereka kesulitan menangkap 2 orang narapidana yang kabur. Akhirnya Mr.Joe ikut membantu pencarian itu, beserta Pip. Sebenarnya Pip merasa takut, jika narapidana itu ditemukan, lalu melihatnya, apakah narapidana itu akan dendam padanya dan mengira bahwa ia yang telah menunjukkan keberadaan mereka? Namun setelah kedua narapidana itu ditemukan, Pip samasekali tidak terancam. Kedua narapidana itu kemudian dilarikan ke Australia, atas tindakan mereka yang  telah kabur dari penjara.

Esok harinya, Mrs Joe datang dari rumah paman Pumblechook. Ia hendak mengirim Pip ke rumah Mrs. Havisham di kota, yang terkenal tempramental. Mrs Havisham ingin ada seorang anak laki2 yang menemani anak perempuan kecilnya bermain. Alhasil, jadilah Pip teman bermain anak Mrs Ahvisham yang bernama Estella. Ketika Pip datang ke rumah Mrs Havisham, Estella kecil yang membukakan pintu. Lalu Pip diajak masuk ke rumahnya yang besar namun gelap. Estella membawa sebuah lilin ke ruangan Mrs Havisham. Ketika Pip masuk, ia melihat bahwa ruangan Mrs Havisham penuh dengan sarang laba-laba. Seseorang wanita yang sudah tua duduk di kursi dengan sandaran tangan.  Wanita itu tak lain adalah Mrs Havisham. Ia mengenakan baju putih panjang, kerudung setengah kepala, dan sepertinya paduan itu seperti baju pengantin. Rambutnya putih seperti gaunnya. Kulitnya pucat seperti tidak pernah terkena sinar matahari. Di depannya ada sebuah meja dan bible yang juga sudah menjadi sarang laba-laba. Ada pula sebuah cake yang masih utuh bersama sarang laba-laba. Sedangkan jam tak bergerak menunjukkan pukul 9 kurang 20 menit.

Esetella dan Pip sering bermain kartu. Diam-diam Pip menyukai estella, dan itu akan terus berlanjut hingga cerita ini selesai. Namun hal yang membuat Pip sedih adalah bahwa Estella selalu memojokkan pip dengan kata-kata kasar. Ia sering mengatakan Pip bodoh dan tak ada gunanya bermain dengannya. Sehingga, Pip merasa menjadi anak malang yang lemah dan tidak berpendidikan.. Suatu hari, ada seorang lelaki berambut pirang datang ke rumah estella. Pip menyangka ia akan merebut estella darinya sehingga mereka bergulat. Pip menang. Pip berharap Estella bangga padanya, namun sepertinya tidak.

Hari-hari berlanjut hingga Pip beranjak menjadi 14 tahun. Saat itu ia berpamitan dengan Mrs Havisham. Mrs Havisham memberinya segenggam emas sebagai balasan untuk pekerjaannya. Pip semenjak itu makin merasa bahwa dirinya sangat lemah. Ia ingin menjadi seorang gentleman. Ketika Pip menyatakan bahwa ia ingin menjadi pria gentleman, Mrs Havisham berkata:” jadi kau adalah anak laki-laki dengan cita-cita yg besar (great expectation)” . setelah itu Pip kemudian banyak membantu pekerjaan kakak iparnya. Sedangkan Estella sekolah di Paris.

Kakak Pip (Mrs Joe) mulai sakit-sakitan, sehingga Mr Joe harus menyewa pembantu yang bernama Biddy untuk merawatnya dan membantu urusan rumah tangga. Pip banyak bercerita dengan Biddy. Biddy berpendapat bahwa Pip tidak harus menjadi orang lain untuk menjadi gentleman. Ia hanya harus menjadi diri sendiri. Namun hal ini nampaknya tidak digubris Pip.

Suatu hari di sebuah Pub, ketika Pip sdang minum dengan kakak iparnya, seseorang yang bernama Mr jagger datang. Ia adalah seorang pengacara yang kemudian menawarkan Pip sekolah ke London. Ada seseorang yang memberinya donasi untuk tinggal dan sekolah di sana hingga selesai. Pip tentu senang bukan main, karena sealin ia akan menjadi pria gentleman, ia akan mudah bertemu dan diterima Estella. Sedangkan pamannya, Mr. Joe, pun melepasnya dengan senang hati. Mr.Joe adalah teman sejati Pip. Ia tidak pernah menahan Pip untuk pergi hanya karena Ia yg telah membesarkannya. Mr. Joe merelakan pip pergi demi masa depannya yang baik. Namun, kelak di masa depannya, Pip memandang sebelah mata teman sejatinya ini.

Di London, Pip tinggal di apartemen sederhana bersama seseorang berambut pirang  yang bernama Mr. Pocket. Mr. Pocket ini kemudian diketahui adalah pria yang ia kalahkan dalam gulat di halaman rumah Mrs. Havisham. Pip hidup sejahtera di sini. Semua kebutuhan dipenuhi bahkan berlebihan. Ia sering belanja dengan Mr.Pocket dan menghamburkan uang. Namun hal yang belum ia ketahui hingga sekarang adalah siapa penyandang dana (benefactornya). Selama kurun waktu itu, ia berpikir bahwa Mrs Havishamlah benefactornya.

Hidup Pip banyak berubah di London. Namun perubahan yang terjadi padanya banyak membuatnya lupa akan jati dirinya. Ia hanya berpikir ingin menjadi pria gentleman dan mendapatkan Estella.

Suatu hari, tanpa disangka kak iparnya (mr Joe) datang ke apartemannya. Ternyata ia hanya ingin mengabarkan bahwa mrs Havisham ingin menemui Pip. Akhirnya Pip berangkat ke kampung halamannya menuju rumah Mrs Havisham. Disana ia tidak datang ke rumah pamannya sama sekali. Ia malah menginap di sebuah hotel. Pip bertemu Estella yang sudah beranjak dewasa dan makin terlihat cantik. Ketika ia menyatakan cinta pada estella, estella tidak menanggapi. Ia hanya mengatakan bahwa ia juga akan ke London, untuk sekolah disana. Yang pasti Pip senang bukan main, karena ia akan lebih berkesempatan bersama Estella di London. Hidupnya makin bahagia sementara ingatan dan simpatinya akan keluarga kakak iparnya makin memudar. Pip dan Estella kembali ke london.

Sampai suatu hari, kakak Pip meninggal dunia, dan ia pulang ke rumah pamannya. Ia sedih melihat keadaan pamannya yang harus mengeluarkan banyak uang untuk pemakaman kakaknya. Sedangkan ia di london banyak menghamburkan uang.

Ketika Pip kembali ke london, pocket menikah. Mereka berpisah apartemen. Ia mulai merasa sendirian karena keberadaan Estella tidak menghangatkannya. Estella masih seperti dulu. Dingin dan suka berkata kasar padanya. Tapi entah mengapa ia tetap mencintai Estella. Bahkan akhirnya pun, Estella menikah dengan seseorang bernama Bentley Dummle. Pip makin kehilangan.

Dalam kesendiriannya, Pip kedatangan seorang tamu tiba-tiba. Rambutnya pirang dan badannya kekar. Ternyata ia adalah narapidana itu. Yang pernah meminta makanan dan mengancam akan memakan livernya. Namanya adalah Abel Magwitch. Dan dialah yang selama ini mendanainya, dialah benefactor itu, Pip hampir tak percaya.  Orang yang mendanainya terasa seperti orang yang setengah ia benci karena kenangan masa kecilnya. Namun kemudian, Pip mengakuinya juga. Bahkan ternyata Estella adalah anak Magwitch. Kisahnya, ketika Magwitch ditangkap karena perbuatan kriminal. Ia meninggalkan istri dan anak perempuan. Sepeninggalnya, istrinya tertangkap karena mencuri makanan untuk putrinya, selain itu ibunya pun dihukum mati karena dituduh membunuh padahal polisi tidak memiliki bukti. Jadilah putri magwitch sendirian dan diasuh oleh Mrs Havisham.

Keberadaan Magwitch di London adalah rahasia besar yang tak boleh terbongkar. Ia adalah seorang narapidana yang di keluarkan dari negaranya. Itu adalah sanksi baginya. Jika ia ketahuan kembali ke negaranya, tak ada lagi kecuali mati hukumannya. Oleh karena itu Pip dan Pocket berusaha melarikan diri bersama Magwitch untuk meninggalkan england.

Sebelum meninggalkan england, Pip datang ke rumah Mrs. Havisham. Ia ingin berpamitan. Ia mengatakan bahwa selama ini ia menganggap Mrs Havisham adalah penyandang dananya, ternyata bukan. Namun ia berterimakasih pada Mrs havisham karena telah membuatnya ingin menjadi pria gentleman. Pip sempat bertanya mengapa Mrs Havisham membiarkannya menganggap dia penyandang dananya. Mrs havisham mengatakan bahwa ia tidak membuat demikian melainkan Pip lah yang membuat masalah sendiri.

Selain itu, Pip bertanya pada Estella mengapa ia tak mau menerima cintanya? Ia sampai sekarang masih mencintai Estella. Namun Estella mengatakan ia tak punya hati. Ia tidak mencintai siapapun. Lalu pip bertanya mengapa ia menikah? Apakan ia mencintai Dummle? Estella mengatakan bahwa ia lelah dengan orang-orang  di sini. Mrs Havisham bertanya: “jika kau tidak mencintai siapapun, apakah itu termasuk diriku?” lalu Estella menjawab bahwa Mrs Havisham lah yang telah membuatnya begini. Dia lantas pergi tak menghiraukan Mrs Havisham memanggilnya. Pip pun keluar. Sementara di dalam terdengar Mrs Havisham berteriak teriak. Ketika Pip kembali, ruangannya telah terbakar, dan Mrs Havisham meninggal disana.

Dari Mr Jagger, Pip  mengetahui bahwa Mrs Havisham baru akan menikah ketika calon suaminya tak pernah datang. Di hari H pernikahannya, pada pukul 9 kurang 20 menit, calon suaminya mengabarkan bahwa dia akan pergi. Itulah mengapa ia sampai sekarang masih memakai gaun dan tidak pernah keluar rumah. Dan Pip menyadari mengapa di ruangannya semua jam menunjukkan pukul 9  kurang 20 menit.

Kemuaian Pip melanjutkan rencananya meninggalkan england bersama Magwitch. Namun sayang, ditengah perjalanan perahunya tertangkap polisi england. Magwitch ditangkap dalam keadaan terluka. Ia kemudian meninggal. Sedangkan Pip akhirnya pulang ke kampung halamannya. Ia menjumpai Mr.Joe yang telah menikah dengan Biddy dan memiliki seorang anak laki-laki. Ketika ia sampai di halaman rumahnya, ia melihat anak Biddy seperti dirinya dulu. Akhir cerita ini adalah, Pip kemudian bertemu Estlla yang telah bercerai dengan suaminya. Estella telah berubah dan mau menerima Pip.

Hikmah:

1. Sepakat dengan Biddy, bahwa untuk menjadi gentleman, kita tidak perlu menjadi orang lain. jadilah diri sendiri meskipun kita diberi kesempatan untuk belajar di tempat lain yang jauh. menjadi diri sendiri ini penting, karena berpura-pura menjadi orang lain itu sama dengan acting. dan acting itu tidak pernah sungguhan. dan acting itu bohongan, dan mempertahankan sebuah kebohongan itu repot, berat dan menyiksa. mengapa kita tidak menjadi diri kita sendiri yang alamiah. lalu kita membumbui diri kita itu dengan moral komunitas yang baik yang akan mendukung kita menjadi orang yang lebih bernilai. Rasulullah SAW pun ketika membina para sahabat, tidak pernah menghilangkan karakter mereka. Umar yang tegas, Abu bakar yang lembut, Hudzaifah yang mampu menjaga rahasia.. rasulullah SAW bahkan mempertahankan jati diri mereka untuk memperkuat islam.

2. terkait dengan Mts. Havisham, janganlah menjadi orang yang hopeless, mudah putus asa dan kehilangan harapan hidup. tidak terbayang bagaimana seorang Havisham tetap memakai gaun pengantin yang sama, di ruangan ayng sama selama berpuluh-puluh tahun hanya karena perbuatan seorang pria yang tidak bertanggung jawab. hidup jadi tak berguna dan sia-sia hanya karena satu orang. bahkan bertambah buruk karena balas dendam, mendidik anak kecil untuk benci pada semua lelaki. ini sungguh sia-sia. jadikanlah masalah sebagai anak tangga yang makin ke atas makin berat kita tapaki, karena akan membuat kita makin kuat dan makin dewasa. masalah dihadirkan Allah ke hadapan kita ini untuk dihadapi, untuk ditantang, bukan untuk membuat kita lemah dan melarikan diri. Allah telah berjanji untuk tidak menghadirkan hal yang diluar batas kemampuan seseorang, lalu kenapa kita sering ragu?. Kata Allah: Laa Yuakallifullahu nafsan illa wus’aha (Allah tidak memberi manusia cobaan, kecuali manusia itu mampu menanggungnya). Jadi, anggaplah masalah adalah ujian untuk naik tingkat di hadapan Allah. bahkan Allah mengajarkan kita berdo’a:

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya… “(QS 2: 286)

3. mengenai karakter Pip, hikmahnya adalah.. jangan pernah bersikap sombong terutama pada orang yang telah berjasa pada kita. sikap sombong adalah salah satu sikap yang dibenci Allah, karena tidak sepatutnya manusia angkuh di muka bumi. sombong adalah pakaian Allah semata.

intinya, great expectations yang terwujud, jangan sampai membawa kita melambung dan lupa pada jati diri kita, lupa pada keluarga kita, bahkan lupa pada Rabb kita. karena ketika cita-cita kita terwujud, tak lain itu adalah salah satu bentuk kasih sayang Allah pada kita :)

keep on reading an dig any meaning.

5 Comments

Filed under Resume Buku

5 responses to “Sinopsis dan hikmah Novel Great Expectations By Charles Dickens

  1. Selamat siang Mutri,
    Saya Ndari. Mau tanya, di mana ya beli buku Great Expectation yg easy classic dari dian rakyat. Saya sedang mencarinya. Jika tidak berkeberatan, boleh diinformasikan ke alamat email saya ; sp.ndari@yahoo.com atau membalas comment ini.
    Terima kasih untuk bantuannya,

    • Mutri

      Saya juga ngga beli Ndari. saya pinjam di perpustakaan, hehe.. di Perpustakaan Nasional ada. atau coba cari di toko buku2 loak krn udh ga ada di toko buku semacam gramedia. tapi harus sabar ya nyarinya krn kadang penjualnya pun harus nyari2 dulu :)

  2. Mutri

    Saya juga ngga beli Ndari. saya pinjam di perpustakaan, hehe.. di Perpustakaan Nasional ada. atau coba cari di toko buku2 loak krn udh ga ada di toko buku semacam gramedia. tapi harus sabar ya nyarinya krn kadang penjualnya pun harus nyari2 dulu :)

  3. rereong

    buku ini ada terjemahan Bahasa Indonesia-kah?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s